Kamis, 15 April 2010

SIAP UJIAN NASIONAL
SESUAI DENGAN SKL

KLAS XII.IPS



OLEH
Drs.HERU NUGROHO

Gambar laporan (body of the paper) yang berisi:


BUKU PINTAR SOSIOLOGI
 INTERAKSI SOSIAL
 NILAI DAN NORMA
 SOSIALISASI
 PERILAKU MENYIMPANG
 PENGENDALIAN SOSIAL
 STRATIFIKASI SOSIAL
 DEFERENSIASI SOSIAL
 KONFLIK SOSIAL
 MOBILITAS SOSIAL
 KEANEKARAGAMAN KELOMPOK SOSIAL
 MASYARAKAT MULTIKULTURAL
 PERUBAHAN SOSIAL
 DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL
AKIBAT MODERNISASI DAN GLOBALISASI
 LEMBAGA SOSIAL
 PENELITIAN SOSIAL

SKL.1.TINDAKAN DAN INTERAKSI S0SIAL.
Pengertian Tindakan dan Interaksi sosial
Tindakan sosial adalah semua perilaku manusia ataukelompo manusia yang dapat memberikan artisubyektif kepada tindakannya,dengan memperhatikan perilakuoang lain,tujan,,situasi,dan orma yang mengatur tindakan tersebut.
Unsur tindakan sosial :
 Adanya pola perilaku
 Memberikan arti subyektif
 Melihat oran lain
 Adanya tujuan,situasi,dan norma yang mengatur
Macam-macam tindakan sosial
• Rasional Instrumental adalah tindakan sosial seseorang yang didasarkan dengan penuh pertimbangan dan berdasarkan rasional contoh: belajar menghadapi ujian nasional
• Rasional yang berorientasi nilai adalah suatu tindakan yang didasarkan atas nilai-nilai tertentu,yaitu nilai relegius.contoh: meditasi,berdoa,sembayang dll.
• Tindakan tradisional adalah tindakan sosial yang didasarkan atas adat-istidat atau kebiasaan yang dilakukan oleh orang terdahlu.contoh menanm kerbau sebelum memulai proyek pembangunan.
• Tindakan afektif adalah tindakan yang didasarkan atas perasaan atau emosi tanpa refleksi dan perencanaan yang sadar contoh :Orang jatuh cinta,marah,emosi dll
Pengertian Interaksi Sosial
Adalah proses hubungan timbal-balik yang dinamis antara orang-perorangan,antara kelompok dengan perorangan,antara kelompok dengan kelompok yang didasarkan atas kebutuhan yang nyata.
Secara kongkrit pola intraksi sosial didasarkan pada:
o Kebutuhan yang nyata
o Efisiensi
o Efektifitas
o Penyesuaian diri terhadap kebenaan
o Penyesuaian dengan kaidah yang berlaku
o Tidak memaksakan kehendak
Faktor yang mempengaruhi berlangsungnya interaksi sosial:
 Imitasi adalah proses peniruan pla perilaku seseorang yang tidak selalu harus sama dengan aslinya contoh meniru pola-perilaku bapak atau ibunya yang sangat dicintainya.
 Sugesti adalah proses pemberian saran,pandangan,dorongan atau sikap seseorang pada orang lain yang kemudian diterimanya,proses berlangsungnya sugesti karena pihqak yang menerima dalam keadan emosi atau yang memberi sugesti orang yang berwiawa.contoh: dokter terhadap pasiennya.
 Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseoang untuk menjadi sama dengan pihak lain contoh mengidolakan inul daratista ,maka mereka berdandan seperti inul daratista
 Simpati adalah suatu proses dimana seseoang merasa tertatik pada pihak lain karena adanya kelebihan-kelebihan yang ada dalam diri seseorang.contohnya tertatrik karena kecantikannya,kebaikannya,kesopanannya,kepandaiannya dll.
1
Jenis Diskusi
• Diskusi panel adalah sebuah diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membahas satu topik yang menjadi perhatian umum.dan dihadirkan beberapa pakar. Kepada khalayak diberikan kesempatan untuk bertanya. bisa pula terjadi dalam siaran radio atau televisi.
• Simposium adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas prasaran-prasaran mengenai suatu masalah. Simposium menghadirkan beberapa pembicara dengan tinjuan yang berbeda-beda. Diskusi dilakukan setelah masing-masing pembicara mengemukakan pendapatnya.
• Seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketuasidang. Ketua sidang ini biasanya seorang pakar yang memiliki kompetensi di bidangnya. Seminar biasanya diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan atau keputusan-keputusan sebagai hasil kebulatan pendapat semua pesertanya.
Pelaksanaan Diskusi Kelas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan diskusi kelas adalah sebagai berikut.
• Mengikutsertakan seluruh siswa dalam diskusi.
• Pembicaraan jangan sampai didominasi oleh beberapa orang saja.
• Ketertiban dalam diskusi perlu dijaga,
• Dalam berdebat perlu terarah, agar tidak dipakai untuk mencari menang sendiri.
• Setiap peserta diberi kepercayaan untuk turut serta dalam diskusi.
• Dalam menyetujui dan menentang pendapat orang lain, para peserta harus menjaga etika sopan santun.
Manfaat Diskusi
Diskusi akan memberikan manfaat seperti berikut ini.
• Memupuk siswa agar berani mengeluarkan pendapat dengan bebas tanpa ada tekanan dari siapapun.
• Membina siswa agar dapat berpikir secara kritis dan kreatif serta menumbuhkan inovasi dalam dirinya.
• Memupuk rasa toleransi dan menghargai pendapat orang lain.
• Melatih siswa dalam mempraktekkan pengetahuannya yang telah didapat di hadapan teman-temannya.








50



Pengolahan data secara nonstatistik
Pengolahan data nonstatistik adalah cara mengolah data-data kualitatif. Hasil pengolahan data ini dapat langsung diambil tanpa menggunakan instrumen statistik. Misalnya, dapat langsung diambil dari hasil pengamatan (observasi langsung) di lapangan,
jenis hubungan data
1.Hubungan simetris Apabila sebuah variabel berhubungan dengan variabel yang lain, tetapi adanya veriabel tersebut bukan disebabkan oleh variabel yang pertama,
2. Hubungan asimetris Apabila sebuah variabel berhubungan dengan variabel yang lain tetapi hubungan tersebut tidak timbal balik, hubungan itu disebut asimetris.
3. Hubungan timbal balik Apabila sebuah variabel berhubungan dengan veriabel lain, dimana satu sama lain saling mempengaruhi secara timbal balik (hubungan dua arah),.
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN
Syarat-Syarat Penulisan Laporan
• harus tahu betul kepada siapa laporan itu ditujukan.
• harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak mengikuti semua kegiatan penelitian.
• harus menyadari bahwa latar belakang pengetahuan, pengalaman dan minat pembaca laporan tidaklah sama.
• kejelasan dan kemampuan meyakinkan para pembacanya.
Bagian-Bagian Laporan Penelitian
1. Bagian pendahuluan (preliminary materials) yang berisi:
a. Halaman judul
b. Kata pengantar
c. Daftar isi
d. Daftar tabel
e. Daftar gambar/ilustrasi atau diagram-diagram
2. Gambar laporan (body of the paper) yang berisi:
3. Bagian penutup meliputi bahan-bahan penunjang seperti berikut.
a. Kepustakaan
b. Lampiran
c. Indeks
Diskusi Kelas
Sebuah laporan penelitian biasanya didiskusikan terlebih dahulu dalam kelompok tertentu sebelum disajikan untuk kalangan luas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat isi laporan itu sendiri. Dari diskusi tersebut, peneliti mungkin akan memperoleh banyak masukan tentang laporan penelitian yang telah disusunya. Dengan demikian, laporan penelitian yang nantinya akan dipublikasikan adalah benar-benar laporan penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan.

49






Syarat-syarat Interaksi Sosial.
1. Kontak Sosial
Kontak sosial berasal dari bahasa latin aitu ”Con” artinya bersama-sama dan ”tango” artinya menyentuh,jsdi secara harfiah kontakartinya bersama-sama menyentuh.,secara fisik kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniyah, tetapi orang dapat mengadakan kontak tanpa menyentuhnya,yaitu merasa adanya kehadiran orang lain misalnya melalui bau keringat atau parfum. Terjadinya kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut.misalnya seorang bersalaman dengan patung atau main mata dengan orang buta tidak akan menghasilkan kontak.
Macam-macam kontak sosial
Proses terjadinya Sifatnya Bentuknya
Secara langsung
Bentuk kontak sosial melalui pertemuan dengan bertatap muka dan berdialog diantara kedua belah pihak
Contoh: guru menerangkan pelaja ran di kelas berhadapan langsung dengan siswa
Tidak langsung
Adalah kontak sosial yang menggunakan alat sebagai peranta ranya
Contoh:Nancy berkirim surat pada kekasihnya,andi menelpon saabatnya dengan HP Positif
Suatu kontak sosial yang mengarah pada suatu kerja sama
Contoh: seorang pedagang sayur yang diterimadengan baik,sehingga terjadi jual beli
Negatif.
Adalah mengarah pada pertentangan bahkan tidak menghasilkan interaksi.
Contoh:seorang pedagang tidak diterima dengan baik oleh pembewli,karena menawarkannya tidak baik Primer
Terjadi apabila mengadakan hubungan secara langsung
Contoh: orang saling berjabat tangan,saling senyum saling mainmata,dan sebagainya
Sekunder.
Terjadi apabila yang mengadakan hubungan menggunakan alat perantara
Contoh vera berkata kepada pada astri bahwa Doni menganggu permainan sandiwaranya.
2. Adanya Komunikasi
Mengandung pengertian persamaan pandangan antara orang-orang yang berinteraksi terhadap sesuatu atau seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut dan orang lain memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.
Contoh: Vina menerima seikat bunga,Vina tidak akan langsung memandang dan mencium bunga tersebut,tetapi perhatiannya adalah siapa yang mengirimkan bunga tersebutdan apa yang menyebabkan mereka mengirim bunga tersebut,apabila Vina tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut berarti tidak terjadi komunikasi .
Ciri-Ciri Interaksi sosial.
 Dilakukan minimal dua orang
 Adanya kontak sosial
 Adanya komunikasi
 Adanya interaksi
 Adnya hubungan timbal balik
 Bersifat positif
 Menghasilkan penyesuaian diriberpedoman pada kaidah yang berlaku
2


Bentuk-bentuk Interaksi Sosial.
Proses assosiatif
Suatu proses sosial dimana orang-orang yang berhubungan saling adanya kerjasama
Macam-macam proses assosiatif
 Kerjasama
 Akomdasi
 Asimilasi
Proses Dissosiatif
Suatu proses sosial dimana orang-orang yang berhubungan tidak adanya saling kerjasama
Macam-macam proses assosiatif
 Persaingan
 Kontraversi
 Konflik
SKL.1. Nilai dan Norma
Nilai.
Nilai adalah segala sesuatu yang dipentingkan manusia sebagai subjek, menyangkut segala sesuatu yang baik atau yang buruk sebagai abstraksi, pandangan, atau maksud dari berbagai pengalaman dengan seleksi perilaku yang ketat.
Fungsi Nilai
1) Sebagai petunjuk arah untuk bersikap dan bertindak bagi warga masyarakat. Contoh: nilai gotong royong, persatuan dan kesatuan, kejujuran, keadilan, kerja keras, dan tanggung jawab.
2) Sebagai acuan dan sumber motivasi untuk berbuat sesuatu. Contoh: nilai iptek, nilai iman dan takwa, nilai kekuasaan dan kekayaan, nilai pendidikan/keterampilan.
3) Sebagai benteng perlindungan bagi eksistensi suatu masyarakat atau bangsa. Contoh: nilai-nilai Pancasila telah mampu melindungi bangsa Indonesia dari rongrongan musuh.
4) Sebagai tolak ukur terhadap sesuatu itu baik atau buruk, berguna atau tidak berguna, penting atau tidak penting.
Jenis jenis nilai
a) Nilai material, yaitu nilai dari segala macam benda yang berguna bagi manusia. Contoh: kendaraan, alat kerja, pakaian, perabot rumah tangga, dan sebagainya.
b) Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berfungsi untuk memelihara kehidupan. Contoh: makanan/minuman, air, dan udara.
c) Nilai spiritual, yaitu segala hal yang berguna untuk memenuhi kebutuhan rohani. Nilai ini meliputi empat hal, yaitu nilai kebenaran, nilai religius, nilai moral, dan nilai keindahan.
Norma
adalah aturan-aturan yang mengandung sanksi. Jika dilanggar, si pelanggar dikenai sanksi sesuai dengan berat-ringannya pelanggaran.

3

Jenis Tabel Pengorganisasian Data
Tabel frekuensi
Untuk mengetahui besarnya frekuensi data pada masing-masing kategori, perlu dilakukan perhitungan dengan menempatkan kode jawaban yang sama pada kategori tabel yang sesuai. Cara yang paling mudah adalah dengan cara talli. Kode yang sama dimasukkan pada kategori yang sama denga cara mencoretkan sebuah tanda pada kolom yang telah disediakan untuk kategori tertentu.
Tabel silang atau tabulasi silang
Tabel silang atau tabulasi silang dibuat dengan cara memecahkan setiap satuan data dari setiap kategori menjadi dua atau lebih subsatuan. Pemecahan data demikian dilakukan dengan suatu kriteri yng baru.
C. Tahap Pengolahan Data
Pengolahan Data Secara Statistik
Ukuran tendensi sentral
• Mean (rata-rata hitung)
Mean disebut juga nilai rata-rata. Mean merupakan hasil bagi antara jumlah seluruh nilai dengan jumlah unit yang diamati. Misalnya, diperoleh data 2,3,5,8,6. mean-nya adalah
Modus
Modus (mode) ialah nilai data yang memiliki frekuansi tertinggi dalam suatu distribusi. Modus (mode) berguna sebagai alat distribusi (gambaran) yang cepat tapi kasar.
Rumus
Modus (Mo) =L + i atau Mo = U - i
• Median
Median adalah nilai tengan dalam suatu kelompok nilai yaitu suatu nilai yang membagi data yang telah diurutkan kedalam dua bagian yang sama besar.
1.Untuk memperoleh nilai median dari sebuah daftar distribusi frekuensi yang memiliki data-data tunggal dengan frekuensi lelbih dari satu dapat dilakukan dengan rumus
Me = L + atau Me = U -


2.Sedangkan untuk mendapatkan nilai median dari daftar distribusi frekuensi yang menggunakan data kelompok interval kelas bisa diperoleh dengan rumus:
Me = L + i atau Me = U -

48
d. Mencatat dengan menggunakan Alat
Karena perkembangan teknologi,pengamatan dapat menggunakan berbagai ,aca, a;at misalnya kamera,foto digital,komputer,VCD,HP,dan sebagainya .
Jenis Observasi
a. Observasi partisipasiDalam melakukan penelitian, pengamat ikut terlibat dalam kegiatan yang sedang diamatinya..Contoh: jika kita akan meneliti kehidupan seorang pemulung yang sebenarnya, kita harus mau berbaur dengan mereka tanpa harus menjadi seorang pemulung .
b. Observasi simulasi
Dalam melakukan observasi simulasi, si pengamat diharapkan dapat mensimulasikan keinginannya kepada responden.
WAWANCARA (INTERVIEW)
Macam-Macam Pedoman wawancara
a. Pedoman wawancara tidak terstruktur
adalah pedoman wawancara yang hanya memuat garis-garis besar wawancara.
b. Pedoman wawancara terstruktur/terstandar (standardized)
adalah pedoman wawancara yang disusun secara terperinci, seperti halnya kuesioner. Pedoman wawancara terstruktur terdiri dari serentetan pertanyaan, di mana pewawancara tinggal memberikan tanda cek (V) padsa pilihan jawaban yang telah tersedia.
Sikap-sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara
• Netral ; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden,
• Ramah ; artinya, sikap ramah pewawancara sangat penting untuk menarik minat si responden.
• Adil ; artinya, pewawancara harus bisa memperlakukans emua responden dengan sama.
• Hindari ketegangan ; artinya, pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden merasa sedang dihakimi atau diuji.
PENGOLAHAN DATA
Tahap Persiapan
Tahap persiapan terdiri dari dua kegiatan besar, yakni editing dan coding (pengkodean).
Editing
Kegiatan editing adalah kegiatan meneliti atau memeriksa kembali data yang telah dikumpulkan dari lapangan.
Dalam mengedit, hal-hal yang harus diperhatikan dari sebuah data adalah.
- Memeriksa nama dan kelengkapan identitas pengisi.
- Mengecek kelengkapan data..
- Mengecek macam isian data
Coding
Coding atau pengkodean adalah usaha mengklasifikasikan jawaban responden menurut macamnya.
Tujuannya adalah menyederhanakan jawaban responden tersebut sehingga dapat diolah.
Tahap Pengorganisasian Data
Data-data yang telah diberi kode, kemudian dimasukan dalam tabel pengolahan, baik berupa tabel frekuensi maupun tabel silang. Dengan demikian, data dari lapangan akan tampak lebih sederhana, ringkas dan mudah dipahami.
47
Fungsi norma yang terpenting adalah:
1) Mengatur kehidupan bersama agar tertib dan teratur (norma sosial, hukum, agama, dan adat).
2) Sebagai alat pengendalian sosial yang efektif (adat, hukum, dan undang-undang).
3) Untuk menjaga kelestarian nilai-nilai dalam masyarakat (adat, agama, kesusilaan, dan hukum) .
4) Sebagai tolok ukur terhadap perbuatan, apakah benar atau salah, sopan atau tidak sopan, boleh atau tidak boleh dilakukan (agama, undang-undang, kesusilaan, dan hukum) .
5) Sebagai pegangan dan pedoman dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan.
Tingkatan norma yang mempunyai daya pengikat yang berbeda
1) Cara (usage), yaitu cara-cara melakukan suatu perbuatan yang dianggap baik/ pantas/sopan. Misalnya cara makan dan minum yang tidak bersuara, cara berpakaian atau bersepatu yang rapi. Jika ini dilanggar, pelakunya akan dicela atau digunjingkan.
2) Kebiasaan (folkways), yaitu perbuatan atau sikap yang dilakukan berulang-ulang dalam bentuk yang sama karena sudah diakui dan diterima oleh masyarakat. Contoh: kebiasaan menghormati orang yang lebih tua atau pemimpin, kebiasaan mengetuk pintu jika bertamu ke rumah orang atau instansi/kantor. Jika ini dilanggar pelakunya ditegur dan diperingatkan sehingga ia akan merasa malu.
3) Tata kelakuan (mores), yaitu kebiasaan-kebiasaan yang sudah diterima menjadi norma pengatur perilaku warga masyarakat. Tata kelakuan mencerminkan sifat¬sifat yang hidup dari suatu masyarakat dan berfungsi sebagai alat social controle terhadap para anggotanya. Ia bisa memaksakan suatu perbuatan yang dianjurkan oleh budayanya,Contoh: anak-anak harus berperilaku baik, sopan, dan berbakti kepada orang tuanya Contoh lain: dalam pergaulan, pria dan wanita tidak boleh terlalu bebas.
4) Adat-istiadat (custom), yaitu tata kelakuan yang bersifat kekal dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Warga yang melanggar adat akan dikenakan sanksi yang keras, misalnya dikucilkan, diusir, atau didenda berat oleh hukum adat, atau dikutuk oleh leluhurnya bahwa hidupnya akan sengsara, cepat mati, dan tidak punya keturunan. Contoh: tabu mertua dan pantang menikah dengan orang semarga (berlaku di daerah Batak), pantang bercerai di daerah Lampung, melakukan incest, yaitu mengawini atau berselingkuh dengan orang yang masih muhrimnya (berhubungan darah dekat).
Macam-macam norma
a) Norma moral (termasuk akhlak dan kesusilaan). Norma ini banyak bersumber pada ajaran agama, adat istiadat, filsafat, dan nilai-nilai kemanusiaan (hak asasi, hak anak, dan sebagainya).
b) Norma kesopanan, misalnya sopan santun berbicara, makan bersama, berpakaian, sopan santun berlalu lintas, dan sebagainya.
c) Norma hukum yaitu hukum formal yang belaku bagi seluruh warga negara di negara tertentu. Norma ini dalam pelaksanaannya dapat dipaksakan oleh pihak yang berwenang Contoh: undang-undang dasar, undang-undang, peraturan pemerintah,
4
d) Norma kelaziman, yaitu norma¬norma tertentu yang telah lazim berlaku bagi setiap warga masya¬rakat. Contoh: menghormati orang tua/pemimpin, murid menghormati guru-gurunya, masuk ke rumah orang lain harus mengetuk pintu (permisi) lebih dahulu, dan sebagainya.
2. Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar berinteraksi dan beradaptasi individu dengan kehidupan masyarakat beserta kebudayaannya sesuai dengan perannya.
Proses sosialisasi dapat dipandang dari dua sudut
• Dari sudut Individu, atau proses internalisasi yaitu proses panjang dari sejak lahir sampai meninggal dunia,dimana ia belajar menanamkan dalamkepribadiannya segala perasaan,nafsu,nserta emosinya yang diperlukan sepanjang hidupnya.atau proses dimana seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuaidengankelakuan kelopoknya.
• Dari sudut masyarakat,atsau proses enkulturisasi yaitu suatu proses dimana seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadatsistem norma yang ada dalam kehidupan masyarakat.
2. Tahap-tahap sosialisasi
a. Tahap persiapan (prepanatory stage = balita). Pada masa ini terjadi perkembangan kecerdasan yang cepat dan mudah meniru sesuatu.
b. Tahap meniru/bermain (plny stnge). Peniruan ucapan dan perilaku orang lain sudah dikuasai. Ia suka bermain apa saja.
c. Tahap siap bertindak (game stage). Proses peniruan berkurang dan meningkat pada peran-peran yang dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Ia mulai menyadari adanya nilai dan norma yang harus diikuti. Teman berinteraksi banyak.
d. Tahap penerimaan norma kolektif generalized other). Pada masa ini anak sudah menjelang dewasa sehingga sudah bisa menerima tata nilai dan norma yang berlaku di masyarakat/sekolahnya. Ia telah menyadari kedudukannya, tugas dan kewajibannya sebagai warga masyarakat.
. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi
a. Sifat dasar/bawaan, yaitu keseluruhan potensi yang warisi oleh orang tuanya.
b. Lingkungan prenatal, yaitu kondisi ibu selama hamil sampai dengan melahirkan.
c. Perbedaan individu, baik fisik, mental, maupun kebudayaan.
d. Lingkungan kehidupan, baik alam maupun kebudayaan.
e. Motivasi, baik yang berupa naluri maupun berbagai kebutuhan yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu
Tujuan sosialisasi
a. Membekali seseorang dengan seperangkat nilai dan norma agar sikap dan perilakunya sesuai dengan harapan sosialnya.
b. Memberikan latihan berbagai keterampilan yang dibutuhkan untuk berinteraksi dengan sesamanya dan lingkungannya.
c. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan semua pihak dan melakukan mobilitas sosial.
5

Jenis Angket.
a. Angket Tertutup.( kuesioner tertutup).
Dalam angka ini, jawaban atas pertanyaan sudah tersedia. Responden tinggal memilih jawaban sesuai pertanyaan yang dimaksud, seperti jawaban ya atau tidak. Contoh:
Setujukah jika Tatibsi di sekolah anda dihapuskan?
1. ya.
2. tidak
b. Angket Terbuka (kuesioner terbuka).
Dalam angket jenis ini, responden diberikan kebebasan untuk menjawab pertanyaan dengan kalimat sendiri.
Contoh:
hukuman apa yang paling sesuai jika siswa terlambat datang ke sekolah ?
c. Angket Semi Terbuka
responden menjawab pertanyaan dengan jawabannya telah tersedia. Namun, responden masih diberikan kebebasan untuk mencari jawaban alternatif apabila jawaban yang tersedia tidak ada atau kurang cocok.
Contoh: sanksi apa yang paling sesuai jika siswa terlambat datang ke sekolah ?
a. Diberi teguran c. Dipulangkan
b. Membersihkan tanaman d. ........................(sebutkan)
d. Angket Kombinasi Tertutup Dan Terbuka
Pada angket ini, jawabannya sudah ditentukan, tapi disusul dengan pertanyaan terbuka.Contoh:
Apakah anda setuju jika siswa yang terlambat datang kesekolah diberi hukuman?
1. Setuju
2. Tidak setuju
(jika setuju) hukuman apa yang tepat untuk siswa ?
........................................................................................(Angket terbuka).
Observasi
Di dalam pengertian psikologi, observasi meliputi kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indera..
Teknik observasi
• Observasi berstruktur,.Observasi yang berstruktur sepenuhnya mendasarkan pada adanya metode pengamatan yang terperinci dalam mengamati tingkah laku dari sasaran pengamatannya.
• Observasi tidak berrstruktur,suatu observasi yang tidak mendasarkan pada adanya pedoman pengamatan yang terperinci.
Cara yang dilakukan observasi agar berjalan dengan baik adalah:
a. Membuat catatan anekdot. adalah catatan informasi yang digunakan pada waktu mengadakan observasi.Catatan
b. Membuat daftar cek adalah format yang berisi catatan setiap faktor atau aspek yang akan diamati dan digunakan sewaktu pengamatan berlangsung.
c. Skala Penilaian. digunakan untuk menetapkan penilaian secara bertingkat dan untuk mengamati kondisi data secara kualitatif.

46

a) Sampel berstrata (stratified sample)
Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random karena setiap tingkatan harus terwakili.
b) Sampel wilayah (area probability sample)
Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil-wakil dari setiap wilayah yang terdapat dalam populasi. Sampel wilayah dilakukan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dan wilayah yang lain. .
c) Sampel Proporsi (proportional sample atau sampel imbangan)
Teknik pengambilan sampel proporsi atau sampel imbangan dilakukan untuk menyempurnakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Agar pengambilan sampel represntatif, jumlah sampel atau wakil untuk setiap wilayah dibuat seimbangan sesuai dengan jumlah populasinya.
d) Sampel bertujuan (purposive sample)
Sampel ini dilakukan dengan cara pengamvilan subjek bukan didasarkan pada strata, random, atau wilayah, tetapi pada tujuan tertentu. Penggunaan metode ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan.,
e) Sampel kuota (quota sample)
Dalam pengumpulan data, peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persyaratan ciri-ciri populasi tanpa menghiraukan dari mana asalnya. Biasanya, yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memenuhi jumlah yang ditentukan.
Teknik Pengumpulan Data.
1. Pengertian.
Adalah kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahn penelitian. Oleh karena itu semakin valid instrumen pengumpulan data, semakin valid juga data yang diperoleh.
2. sumber data yaitu:
 Data primer adalah data yang diperolehatau dikumpulkan langsung
 Data sekunder adalah merupakan data yang doperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumbear yang telah ada.
3. sifatnya data yaitu :
 Data kualitatif adalah suatu data yang tidak berbentuk bilangan
 Data kuantitatif adalah suatu data yang berbentuk bilangan
3. Cara,Pengumpulan data
Studi Kepustakaan ,Studi kepustakaan merupakan suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi dari berbagai sumber, seperti buku – buku ,naskah – naskah, kisah sejarah, dan dokumen. Termasuk di dalamnya adalah rekaman berita dari radio, televisi, dan media elektronik lainnya.
Angket (Kuesioner).Angket atau kuesioner adalah sebuah cara atau teknik yang digunakan seorang peneliti untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan sejumlah lembar kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh para responden.



45
Melatih seseorang agar mampu mengendalikan fungsi-fungsi organiknya dan kepentingannya agar sikap dan perilakunya tidak menyimpang
4. Macam-macam sosialisasi
a. Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi yang pertama-tama berlangsung. Ini terjadi pada anak-anak balita di lingkungan keluarga. Ayah, ibu, dan kakak berperan aktif dalam mengenalkan berbagai nilai dan norma serta melatih berinteraksi.
b. Sosialisasi sekunder, yaitu sosialisasi yang berlangsung di luar lingkungan keluarga setelah anak-anak itu memasuki sekolah (dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi). Selain di sekolah, sosialisasi sekunder juga berlangsung di masyarakat, unit kerja, teman bergaul/bermain, pusat peribadatan, media massa, dan sebagainya.
Media sosialisasi
a. keluatga
b. teman sepermainan
c. sekolah,
d. lingkungan
e. media massa,
C. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
Arti kepribadian
adalah organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam diri individu yang menentukan keunikan penyesuaian diri terhadap lingkungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian
• Warisan biologis
• Lingkungan alam
• Lingkungan kebudayaan
• Pengalaman individu atau kelompok

SKL.3.Perilaku Menyimpang
Pengertian
adalah suatu perilaku yang diekspresikan oleh seorang atau sekelompok orang anggota masyarakat yang secara sadar atau tidak sadar tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat mereka secara sengaja atau tidak, telah mengabaikan tata nilai dan norma-norma hidup yang mendasar bagi ketertiban hidup bermasyarakat.
faktor yang dapat menimbulkan perilaku menyimpang.
a. Ketidaksanggupan menyerap dan menginternalisasikan tata nilai dan norma kebudayaan yang berlaku.
b. Lingkungan sosial dan pergaulan yang tidak baik.
c. Proses belajar (sosialisasi) yang menyimpang.
d. Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial.
e. Bersosialisasi dengan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang. penyimpangan.



6
Perilaku menyimpang sebagai hasil sosiali¬sasi tidak sempurna dari subkebudayaan menyimpang
Timbulnya perilaku menyimpang disebabkan karena nilai-nilai sub¬kebudayaan masyarakat telah menyimpang dari nilai-nilai sosial budaya masyarakat luas. Oleh karena itu maka proses sosialisasi warga masyarakat terhadap nilait juga akan menimbulkan perilaku menyimpang.
6. Beberapa contoh perilaku menyimpang
a. Penyalahgunaan narkotika
Karena itu mutlak harus dicegah dengan cara sebagai berikut
1) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
2) Memperketat pengawasan pada lokasi-lokasi rawan narkoba.
3) Menggiatkan razia-razia narkoba.
4) Menghukum berat kepada para bandar dan pengedar narkoba.
5) Rehabilitasi terhadap korban narkoba.
b. Perkelahian pelajar/mahasiswa
Untuk mencegah hal ini disiplin dan wibawa sekolah harus ditegakkan, pembinaan, dan pengawasan terhadap segala aktivitas siswa/ mahasiswa harus dilakukan terus-menerus, penyuluhan hukum dan kerohanian perlu diintensifkan.
c. Hubungan seksual di luar nikah
Agar bisa terhindar dari kasus ini, benteng iman dan moral harus diperkuat, jangan berdekatan dengan pornografi, jangan mengikuti pergaulan bebas, dan jagalah keharmonisan rumah tangga.
d. Alkoholisme
Untuk mencegahnya, pemerintah harus membatasi dan mengawasi secara ketat produksi dan distribusi minuman keras.
e. Tindak pidana
Untuk mencegah hal ini, sistem hukum dan peradilan harus dibenahi, aparat penegak hukum harus bertindak tegas, adil serta jujur, dan badan yudikatif harus bebas dari intervensi pihak mana pun.
Pengendalian Sosial.
B. Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial
Arti pengendalian sosial
yaitu segala proses, baik yang direncanakan maupun tidak, yang bersifat mendidik, mengajak atau bahkan memaksa warga-warga masyarakat agar mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai sosial yang berlaku
Tujuan pengendalian sosial:
a. Mencegah timbulnya perilaku yang menyimpang (preventif).
b. Mengurangi kadar terjadinya perilaku yang menyimpang (represif).
c . Mengembalikan para pelanggar itu ke jalan yang benar, sehingga perilakunya sesuai kembali dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat (rehabilitasi).
d. Ikut menjaga tetap terpeliharanya nilai-nilai, norma, dan pranata sosial yang telah disepakati dan dijunjung tinggi.
e. Ikut menjaga keteraturan, ketertiban, keamanan; dan stabilitas masyarakat


7

Batasan Konsep.
Istilah batasan konsep sering juga disebut dengan istrilah lain seperti batasan masalah,penegasan masalah,batasan judul, atau penegasan istilah.
Kegunakan batasan masalah:
 Mempermudah pembaca dalam memahami masalahyang akan diteliti
 Mengindari timbulnya kesalahpahaman antara peneliti dengan orang lain
 Menjadi pedoman bagi pneliti dalam menyusun instrumen atau alat penelitian,
 Membatasi ruanglingkup penelitian.
15. Studi kepustakaan atau LandasanTeori
Studi kepustakaan atau landasan teori adalah merupakan telaah masalah penelitian berdasarkan teori-teori atau bacaan-bacaan..
Fungsi tinjauan kepustakaan dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut:
 Memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti
 Menegaskan kerangka teoritis yang dijadikan landasan berpikir dalam menjawab masalah penelitian yang diajukan.
 Mempertajam konsep sehingga memudahkan perumusan hipotesis.
16. Jenis-Jenis Metode Penelitian
Jenis-jenis metode penelitian
a. Metode Historis , merupakan proses menguji dan menganalisis secara kritik rekaman dan peninggalan masa lampau.
b. Metode Eksperimental ,merupakan metode penelitian yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan akibat-akibatnya.
c. Metode Deskriptif. digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik bidang tertentu secara faktual dan cermat.
d. Metode korelasional bertujuan untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu faktor berkaitan dengan variabel pada faktor lainnya.
17. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi
Populasi adalah himpunan semua hal yang ingin diketahui yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi objek penelitian.
Populasi dibedakan menjadi dua,
• Populasi target merupakan populasi yang telah kita tentukan sesuai dengan permasalahan penelitian dan hasil penelitiaan
• Populasi survei itu sendiri merupakan populasi yang terliput dalam penelitian yang dilakukan.
Sampel
sebagian dari popilasi yang mewakili untuk kita jadikan sebagai bahan penelitian .
Cara-cara Pengambilan Sampel Penelitian
f) Sampel random atau sampel acak
Dalam metode ini, peneliti mencampur subjek-subjek didalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian, peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek unutk memperoleh kesempatan (chance) untuk dipilih menjadi sampel.

44

Contoh:masalah penelitian
1) Bersifat deskriptif. Artinya, kamu ingin menerangkan atau menjelaskan suatu peristiwa. Misalnya, “tanggapan masyarakat terhadap……”.
2) bersifat komparatif. Artinya kamu ingin membandingkan dua fenomena yang terjadi di masyarakat dalam penelitianmu. Contoh judul penelitian ini adalah “penelitian komparasi antara….” dan ….”.
3) bersifat kausal Artinya kamu ingin . meneliti dua hal yang mempunyai hubungan sebab akibat. Kamu dapat menulis judul “pengaruh……terhadap….”.
12. Studi Pendahuluan.
• Latar belakang masalah.
Hal yang perlu diperimbangkan dalam menentukan suatu latar belakang masalah adalah:
 Urgensi masalah penelitian yang diajukan
 Alasan-alasan,manfaat, dan keuntungan peneltian
 Fakta dan data yang mendukungnya,
• Merumuskan masalah
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut:
 dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
 dirumuskan dalam susunan kalimat yang sederhana
 dirumuskan secara singkat,jelas,dan padat serta tidak menumbulkan kerancuan
 tidak menyulitkan dalam pencarian data.
 dapat dipakai sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis.
 harus direfleksikan ke dalam judul penelitian.
• Tujuan dan Manfaat Penelitian.
 Tujuan penelitian. adalah merupakan jawaban yang ingin dicari dari suatu penelitian.Perumusan tujuan penelitian harus sejalan dengan rumusan masalah penelitian.
 Manfaat penelitian. adalah kegunaan hasil yang akan dicapai melalui penelitian tersebut,dan untuk siapa hasil penelitian itu digunakan.Rumusan tentang manfaat penelitian adalah kelanjutan dari tujuan penelitian.
13. Merumuskan hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris..
Macam Hipotesa.
 Hipotesis kerja atau alternatif (Ha).
untuk membuktikan kebenaran atau adanya keterkaiatan dari suatu masalah penelitian. ”Adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa di SMA Negeri 5 Malang.”
 Hipotesis Nol (Ho).
untuk membuktikan ketidak benaran atau tidak adanya keterkaitan dati suatu masalah penelitian.”Tidak adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa di SMA Negeri 5 Malang.”
43
Ruang lingkup pengendalian sosial, meliputi:
a. Pengawasan antarindividu. Contoh: peringatan orang tua kepada anaknya, seorang siswa mengingatkan siswa lainnya.
b. Pengawasan dari individu terhadap kelompok. Contoh: peringatan seorang pimpinan kepada bawahannya agar tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
c. Pengawasan antarkelompok. Contoh: peringatan anggota DPR kepada menteri kehutanan beserta jajarannya agar penebangan hutan tidak dilakukan secara liar.
d. Pengawasan kelompok terhadap individu. Contoh: peringatan dari pengurus PSSI kepada salah satu pemainnya yang kurang disiplin atau telah berbuat curang.
3. Jenis pengendalian sosial
a. Pengendalian informal
Pengendalian sosial ini dilakukan dengan cara mematuhi norma-norma sosial yang disepakati bersama oleh sebagian besar warga masyarakat. Norma sosial ini tidak. Sifat pengendalian informal adalah preventif-persuasif (mencegah dan meluruskan) dan tidak dapat dipaksakan seperti hukum formal/hukum pidana.
b. Pengendalian formal
Pengendalian formal yaitu pengen¬dalian sosial yang didasarkan pada hukum/undang-undang atau peraturan yang tertulis dan punya kekuatan hukum. Jadi, sifatnya adalah resmi, berlaku secara universal, dan pelaksanaannya dapat dipaksakan..contoh: polisi, TNI, aparat kejaksaan dan para hakim, para kepala pemerintahan, para pimpinan instansi dan lembaga pendidikan, para anggota MPR/DPR, Komnas HAM, dan sebagainya.
c. Pengendalian institusional dan pengendalian berpribadi
Pengendalian institusional adalah pengawasan yang dilakukan secara tidak langsung oleh suatu lembaga tertentu yang punya pengaruh (wibawa) kuat. Contoh: pondok pesantren yang besar, kompleks Akmil, Akpol, AAU, AAL, dan lembaga pendidikan yang berasrama penuh, dan sebagainya..
4. Lembaga-lembaga pengendalian sosial
a. Polisi,adalah lembaga yang paling bertanggung jawab dalam sistem pengendalian sosial. Dan dalam menciptakan ketertiban masyarakat.
b. Pengadilanbetugas menyelenggarakan proses peradilan terhadap orang-orang yang dituduh melanggar hukum. Tugas pokoknya memeriksa dan memutuskan perkara dengan seadil adilnya berdasarkan barang bukti dan saksi-saksi,
c. Adat/lembaga adat ,Adat atau adat istiadat adalah pola-pola perilaku tertentu dari warga masyarakat di suatu daerah. Fungsinya sebagai pedoman tertinggi dalam bersikap dan berperilaku bagi seluruh warga masyarakatnya.
d. Keluarga adalah lembaga sosial yang sangat efektif dalam melakukan pengendalian sosial terhadap anak-anak dan kerabat dekatnya. Melalui contoh-contoh tindakan yang baik, ucapan yang santun dan nasihat, orang tua akan mudah mengajak, mengarahkan, dan mendidik anak-anaknya untuk menaati norma-norma yang berlaku
e. Lembaga keagamaan,Lembaga ini meliputi lembaga perkawinan, ibadah, majelis taklim pengadilan agama, pondok pesantren, dewan gereja, dan sebagainya. Fungsi pokoknya adalah menanamkan keimanan, nilai-nilai ibadah yang membawa keselamatan dan kebahagiaan dunia¬ akhirat,

8
Sekolah,Sekolah merupakan lembaga formal yang sangat penting untuk mengendalikan sikap dan perilaku para siswal,mahasiswanya selama jam-jam sekolah. Fungsi sekolah yang pokok adalah mengenalkan nilai-nilai dan norma-norma serta melatih untuk menaatinya, mengajak dan mendidik para siswa untuk berpikir positif, belajar dan bekerja keras demi masa depannya,
g. Lembaga pemasyarakatan,Lembaga ini bersifat formal dan represif, yaitu menghukum orang-orang yang sudah terbukti melanggar undang-undang pidana, misalnya mencuri, merampok, menganiaya/membunuh orang, memperkosa, menipu, korupsi, berkhianat/ memberontak terhadap negara, memproduksi/mengedarkan narkoba (termasuk mengonsumsi), melakukan penyelundupan, dan sebagainya.
Sifat ,Te4knik,dan Sarana Pengendalian sosial
Sifat Teknik
1. Preventif
Usaha pengendalian yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan.atau pelanggaran.
Contoh:melalui proses sosialisasi,pendidikan formal dan informal,dsb.
2. Represif
Pengendalian yang dilakukan dengan usaha pemulihan kembali terhadap masalah-masalah yang timbul sebagai akibat telah terjadinya pelanggaran terhadap norma dan hukum yang berlaku..
Contoh:memberi sanksi kepada warga masyarakat yang melanggar atau menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku.
Sarana Pengendalian sosial:
 Norma-norma
 Hukuman atau Sanksi
 Pendidikan
 Desas-desus 1. Persuasif
pengendalian yang dilakukan dengan usaha memberikan contoh,mengajak dan membimbing pelakunya untuk kembali pada pola-pola kelakuan yang sesuai dengan harapan masyarakat.
Contoh: larangan bagi pedagang kaki lima untuk berjualan diwilayah-wilayah tertentu,maka pengendalian sosialnya adalah dengan cara misalnya menyediakan tempat area penjualan khusus disamping itu juga memberi bimbingan ,mengajak dan mengarahkan mereka agar mau berjualan ditempat yang telah disediakan
2. Kursif
Pengendalian yang dilakukan dengan cara mengancam pelaku penyimpangan dengan kekerasan fisik
Contoh:seperti contoh diatas,maka pengendalian sosialnya adalah dengan cara menindak langsung bagi pedagang kaki lima yang menyimpang aturan-aturan yang telah ditetapkan,dan diproses secara hukum.

SKL.4.DIFERENSIASI SOSIAL
Menurut Drs. Ariyono Suyono dalam kamus Antropologi yang dimaksud dengan diferensiasi sosial adalah proses membedakan antara warga masyarakat berdasarkan perbedaan golongan atau kelompok atas dasar ras, agama, jenis kelamin, profesi atau pekerjaan, klan, suku bangsa dan sebagainya.
Terbentuknya Diferensiasi Sosial
1. Ciri-ciri biologis
2. Ciri-ciri sosiologis
3. Ciri-ciri cultural
9
Menyusun Rancangan Penelitian.
a. Prosedur Penelitian.
Secara garis besar, prosedur penelitian terdiri atas tiga tahap, yaitu :
1. Tahap perencanaan, yaitu tahap di mana sebuah penelitian dipersiapkan. Semua hal yang berhubungan dengan penelitian dipersiapkan pada tahap ini. Misalnya, pemilihan judul dan penyusunan hipotesis.
2. Tahap pelaksanaan merupakan sebuah tahap di mana sebuah penelitian sudah dilaksanakan. Pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan pun mudah dilakukan.
3. Tahap penulisan merupakan tahap di mana sebuah penelitian telah selesai dilaksanakan. Pada tahap ini, hasil dari sebuah penelitian dibuatkan laporannya.
7. Pengertian Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah suatu rencana penelitian yang disusun secara sistematis dan menyeluruh mengenai penelitian yang akan dilakukan..
8. Manfaat Rancangan Penelitian.
1) Memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian.
2) Menentukan batas-batas penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian.
3) Memberi gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan
4) Memberi gambaran tentang macam kesulitan yang akan dihadapi pada saaat melakukan penelitian.
9.Komponen Rancangan Penelitian
1) Memilih masalah atau menentukan topik penelitian.
2) Studi Pendahuluan (latar belakang masalah, merumuskan masalah,tujuan dan manfaat penelitian).
3) Merumuskan hipotesis
4) Merumuskan batasan konsep
5) Melakukan studi kepustakaan
6) Menentukan metode penelitian
7) Mengumpulkan data
8) Mengolah dan menyajikan informasi
9) Menganalisis dan menginterprestasikan data
10) Membuat kesimpulan atau generasilasi
11) Membuat laporan dan mempresentasikannya.
11.Menentukan masalah atau topik penelitian.
Sumber-sumber masalah penelitian
• Gejala-gejala sosial atau fenomena sosial yang terhadi dalam kehidupan sehari-hari
• Bahan kepustakaan seperti buku-buku atau artikel
• Informasi yang diberikan oleh orang lain
Cara menentukan masalah atau topik penelitian.
1) Masalah penelitian harus menarik dan perlu
2) Data dapat diperoleh dan penelitian dapat dilaksanakan.
3) Hasil penelitian bermanfaat
4) Topik atau masalah penelitian merupakan sesuatu yang baru

42
PRANATA AGAMA
Pengertian Pranata Agama
merupakan sistem keyakinan dan pelaksanaan agama yang penting dari masyarakat yang telah dibukukan serta dianut secara luas dan dipandang sebagai hal yang perlu dan benar.
Fungsi Pranata Agama
Pranata agama mempunyai fungsi manifes dan fungsi laten.
1. Fungsi manifes (nyata) agama berkaitan dengan segi-segi doktrin, ritual dan aturan prilaku agama.
2.Fungsi laten (terselubung) menawarkan kehangatan pergaulan, meningkatkan mobilitas sosial, mendorong terciptanya beberapa bentuk stratifik sistem sosial dan mengembangkan seperangkat nilai ekonomi.
PENELITIAN SOSIAL
1. Pengertian Penelitian Sosial.
Pendapat para ahli tentang penelitian,diantaranya adalah sebagai berikut:
 Marzuki .Penelitian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan,mencari, dan menganalisa fakta-fakta mengenai suatu masalah.
2. Tujuan penelitian.
1. menemukan sesuatu (pengetahuan) yang baru dalam bidang tertentu
2. menguji kebenaran sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada
3. mengembangkan sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang telah ada
4. menulis karya ilmiah seperti membuat skripsi, tesis, dan disertasi.
3. Syarat Penelitian.
• Sistematis
• Terencana.
• Mengikuti konsep ilmiah
4. Cara Berpikir Seorang Peneliti
• Berpikir Skeptik artinya harus selalu menanyakan bukti atau fakta
• Berpikir analitis artinya harus selalu nenganalisis setiap pernyataan atau persoalan
• Berpikir kritis artinya harus selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika
• Jujur artinya tidak memasukkan keinginannya s kedalam data yang ada.
• Terbuka artinya harus bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain
5. Sikap Seorang Peneliti.
• Obyektif artinya harus apat memisahkan pendapat pribadi dan fakta.
• Kompeten artinya memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian
• Faktual artinya harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh.





41
Wujud Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial dalam bidang ras
ras adalah merupakan suatu pengertian biologis dan bukan merupakan suatu pengertian sosio cultural. Artinnya jika kita menye¬but satu kelompok ras, maka ciri-ciri yang kita keetemukan adalah ciri-ciri biologis atau fisik dan bukan sifat mental atau sifat-sifat kebudayaan.
Metode untuk mengklasifikasikan
a. ciri-ciri kualitatif
seperti ; warna kulit, bentuk rambut, warna rambut, warna mata bentuk badan, bentuk kepala, bentuk hidung dan lain sebagainya.
b. ciri-ciri kuantitatif
seperti ; berat badan, ukuran badan, index cephali¬cus, dan lain sebagainya.
Klasifikasi Ras menurut Al.Kroeber.
1) Australoid adalah penduduk asli bangsa Australia
2) Mongoloid adapun yang termasuk ras ini adalah :
 Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Tengah dan Timur)
 Malayan Mongoloid (Asia tenggara, kepulauan Indonesia, Malaysia, Philipina dan penduduk asli Taiwan)
 American Mongoloid (Penduduk asli benua Amerika Utara dan Selatan dari orang Eskimo di Amerika Utara sampai penduduk Terra del Fuego di Amerika Selatan)
3) Caucasoid yang termasuk di dalamnya adalah :
 Nordic (Eropa sekitar laut Baltik)
 Alpine (Eropa tengah dan timur)
 Mediterranean (pendududk sekitar laut tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran)
 Indic (Pakestan, India, Bangladesh, Sri Langka)
4) Negroid yang termasuk di dalamnya adalah :
 African Negroid (Benua Afrika)
 Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Phil¬ipina)
 Melanesian (Irian, Melanisia)
5) Ras-ras khusus yaitu yang tidak dapat diklasifikasi¬kan ke dalam ke 4 ras pokok antara lain :
 Bushman (di daerah Gurun Kalahari di Afrika Sela¬tan)
 Veddoid (di daerah pedalaman Sri Langka dan Sulawesi Selatan)
 Polynesian (di kepulauan Mikronesia dan Polinesia)
 Ainu (di Pulau Karafuto dan Hokaido di Jepang Utara)
Diferensiasi sosial dalam bidang agama
agama adalah suatu jenis sistem sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berporos pada kekuatan-kekuatan nonempiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi diri mereka danmasyarakat luas umumnya.
Khususnya di Indonesia yang menganut idiologi Pancasila dan sesuai dengan UUD '45 pasal 29 ayat 1 dan 2, maka agama yang resmi diakui dan dijamin keberadaannya untuk boleh hidup dan berkembang sesuai dengan keyakinan masing-masing warga negara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha.

10
Diferensiasi sosial dalam dalam bidang jenis kelamin
Pria dan wanita diciptakan oleh Allah sama derajatnya, kemudian timbul perbedaan hak dan kewajiban, yang menempatkan kedudukan pria lebih tinggi dibandingkan dengan kedudukan wanita, hal ini terjadi pada masyarakat tradisional , sedangkan masyarakat moderni sudah mulai memudar walaupun dalam kenyataannya masih ada dalam hal-hal tertentu.
menurut aliran fungsionalisme, pembagian peker¬jaan atau fungsi berbedaan jenis kelamin dalam masyarakat memang dirasakan perlu dan merupakan suatu keharusan, terutama untuk keutuhan sebuah keluarga sebagai suatu organisasi bahakan untuk keutuhan masyarakat secara keseluru¬han.
Diferensiasi sosial dalam bidang profesi
adalah pembedaan penduduk atau masyarakat yang didasarkan atas pekerjaan yang meru¬pakan sumber penghasilan yang dimilkinya. Profesi yang dimaksud disini suatu pekerjaan yang dalam pelaksanaannya memerlukan suatu keahlian atau ketrampilan.
Diferensiasi sosial dalam bidang pekerjaan ini dalam kenyataanya sering menimbulkan adanya determinan kelas sosial dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan jenis pekerjaan tertentu akan menimbulkan prestise tertentu dalam kehidupan mesyarakat.
Diferensiasi sosial dalam bidang klan
dikatakan sebagai sebuah keluarga besar yang ada di suatu suku bangsa. Klan sebagai kesatuan kekerabatan adalah penting artinya terutama Klan yang dimaksud disini adalah suatu kelompok keker¬abatan yang terdapat dalam masyarakat dengan menarik garis keturunan secara universal atau unilineal, yaitu melalui garis keturunan sepihak yaitu dari pihak ibu (material) atau dari pihak ayah (patrilineal). Jadi klan itu merupakan penggolongan sosial yang lebih kecil daripada suku bangsa. Klan terbentuk karena ada garis keturunan atau nenek moyang yang sama.
Diferensiasi sosial dalam bidang suku bangsa
Dari uraian tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial lainnya, karena memiliki ciri-ciri yang mendasar, antara lain
a. kesamaan adat istiadat
b. kesamaan bahasa
c. kesamaan religi atau kepercayaan
d. kesamaan ciri-ciri fisik
e. kesamaan tata nilai budaya atau etos
Pengaruh Diferensiasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat
a. Pengaruh Negatif
1) menimbulkan persaingan, berbasis ras, suku, agama atau kedaerahan
2) Mengembangkan etnosentrisme yang dapat mengganggu proses integrasi
3) Mempersulit penciptaan keadilan karenai sistem tata nilai yang berbeda-beda.
b. Pengaruh Positif
1) Memperkaya khazanah budaya
2) menjadi objek penelitian ilmu sosial dan budaya yang sangat menarik,
3) menimbulkan pesona tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan.

11

1. Mengatur barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.
2. Mengatur distribusi barang dan jasa serta pendistribusian sumber daya ekonomi (tenaga dan peralatan).
PRANATA POLITIK
Pengertian Pranata Politik
Pranata poitik atau lembaga pemerintahan adalah instasi yang bertujuan menjaga keamanan dan ketentraman, bertindak adil dan melindungi kelompok dari pengaruh orang luar ( menurut J.S.Roucek dan R.I. Warren).
Fungsi Pranata Politik
1. Memelihara ketertiban di dalm masyarakat.
2. Menjaga keamanan dari luar atua negara lain
3. Menyelenggarakan pelayanan-pelayanan kesejahteraan umum,
PRANATA PENDIDIKAN
Pengertian Pranata Pendidikan
Pendidikan merupakan kebutuhan manusia baik secara individu maupun secara kelompok. Manusia berpendidikan akan mampu melihat dan menyesuaikan diri dengan segala perkembangan dan perubahan yang ada dalam masyarakat. Di samping itu dengan pendidikan, manusia akan mempunyai wawasan yang luas dalam hidupnya, sehingga apa yang menjadi tujuan hidupnya akan lebih terarah.
Stuktur Pranata Pendidikan
1. Pendidikan formalYaitu proses pendidikan yang dilakukan di lingkungan sekolah yang bermula dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga jenjang perguruan tinggi.
2. Pendidikan informalYaitu proses pendidikan yang dilakukan tidak dipengaruhi jangka waktu yang ditentukan/ditargetkan. Anak-anak belajar di rumah, di tempat-tempat bermain dan jalanan, atau melalui media massa cetak (surat kabar, buku, majalah komik dan lain-lain) dan media massa elektronik (radio, tape dan televisi)
3. Pendidikan non formalpendidikan di lingkungan masyarakat di luar sekolah,istilah umumnya disebut dengan pendidikan non formal.Pelayanan pendidikan yang diberikan berupa ketrampilan praktis ,yang mampu meningkatkan mutu taraf hidup dan mampu berpartisipasi dalam proses pembaruan pembangunan.
B. Fungsi Pranata Pendidikan
1. Fungsi manifes pendidikan
Fungsi manifes ini merupakan fungsi langsung dari lembaga pendidikan yang meliputi
a) Mengembangkan kualitas sumber daya manusia
b) Membentuk pribadi inofatif
c) Melestarikan dan mewariskan kebudayaan
d) Mendukung proses pertumbuhan ekonomi
2. Fungsi laten pendidikan
fungsi yang terselubung/kurang banyak memperoleh perhatian dari masyarakat. :
a) Memperpanjang masa kedewasaan
b) Melemahnya pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya
c) Ikut mendukung dan mempertahankan kelas sosial
d) Tempat bernaungnya perbedaan pendapat
40
Perkawinan Conobium
1. Conobium Simetris Yaitu perkawinan yang dilakukan antara dua klan/marga secara timbal balik, misalnya dari marga A kawin dengan pemuda dari marga B, begitu pula gadis-gadis dari marga B juga kawin dengan pemuda dari marga A.
B


A C

D
2. Conobium Asimetris Yaitu perkawinan yang dilakukan antara dua klan/marga yang masing-masing mempunyai kedudukan satu yaitu sebagai pemberi gadis saja atau penerima gadis saja.

A B

1. Bentuk-bentuk perkawinan khusus yang lain :
a. Perkawinan Sororat
Perkawinan seorang duda dengan saudara kandung mendiang/almarhum istrinya. istilah Jawa disebut Ngarah Wulu, Minangkabau disebut Baganti Laplak, Sunda disebut Turun Ranjang.
b. Perkawinan Leverat
Perkawinan seorang janda dengan saudara kandung mendiang/almarhum suaminya. Menurut orang Palembang disebut Ganti Tikar, Bengkulu disebut Kawin Anggan, Batak disebut Para Akhon.
B. Fungsi Perkawinan
Fungsi-fungsi keluarga yang mendasar antara lain :
1. Pemenuhan kebutuhan biologis dan emosional/perasaan
2. Sosialisasi dan pembentukan kepribadian.
3. Ekonomi/unit produksi
4. Pengawasan dan kontrol sosial
5. Penentuan status

PRANATA EKONOMI
Pengertian Pranata Ekonomi
Lembaga ekonomi adalah lembaga yang mengkhususkan diri pada produksi, distribusi dan komsumsi barang dan jasa. Semua masyarakat mempunyai lembaga ekonomi, meskipun terdapat perbedaan bentuk dan organisasi dinana lembaga ini dijalankan.
Fungsi dan Akibat Kehadiran Pranata Ekonomi
Fungsi lembaga ekonomi meliputi :
3. Mengatur hubugan perilaku ekonomi dan meningkatkan produktivitas ekonomi semaksimal mungkin.
39


4) Menumbuhkan suatu kesadaran betapa besar karya dan kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan manusia dengan struktur budaya yang berbeda-beda.
Permasalahan yang timbul baik secara langsung maupun tidak langsung dari adanya diferensiasi sosial adalah :
a) Timbulnya ethnosentrisme yaitu kecenderungan manusia untuk memandang kebudayaan sendiri sebagai yang bernilai tinggi diatas semua kebudayaan yang lain.
b) Timbulnya xenosentrisme yaitu kecenderungan manusia untuk memandang kebudayaan orang lain adalah rendah,dibanding dengan kebudayaannya sendiri.
c) Timbulnya stereo Tipe yaitu suatu sikap yang menggambarkan suatu kebudayaan tertentu dengan hak-hal yang sangat menyakitkan .
d) Timbulnya diskriminasi yaitu perbedaan sikap dan perila¬ku terhadap orang lain atau kelompok manusia berda¬sarkan perbedaan atas dasar ciri-ciri warna kulit atau ciri-ciri tertentu.
e) Kesetiaan primordial yaitu sikap mengagung-agungkan kebuda yaan tertentu atau sikap fanatik yang berlebihan terhadap suatu kebudayaan tertentu.
STRATIFIKASI SOSIAL
Pengertian
Menurut Pitirin A. Sorokin stratitikasi sosial (social stratification) adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas secara bertingkat (secara herarkis) perwujudannya adalah adanya kelas-kelas yang tinggi dan kelas-kelas yang rendah. Terjadinya Stratifikasi Sosial.
Proses terjadinya stratifikasi sosial:
o Terjadi dengan sendirinya, dalam proses pertumbuhan masyarakat itu. Yang menjadi dasar adalah kepandaian, tingkat umur (yang senior), sifat keaslian kerabat seorang kepala masyarakat dan mungkin juga harta dalam batas-batas tertentu..
• Terjadinya dengan sengaja, untuk mengejar suatu tujuan bersama. Hal itu biasanya berkaitan atau berhubungan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang
Faktor yang menentukan adanya stratifikasi sosial:
1. Pemilikan kekayaan.
2. Pekerjaan,
3. Kesalehan seseorang dalam agama
4. Keturunan,
5. Latar belakang, rasial dan lamanya seseorang tinggal.
6. jenis kelamin dan umur seseorang.
7. kekuasaan. dan wewenang
8. Ilmu pengetahuan.
Sifat Strtifikasi Sosial.
 Bersifat Tertutup (Closed Social Stratification)Yaitu adanya pembatasan kemungkinan pindah dari status satu ke status lainnya dalam masyakat. Contoh : kasta di India, masyarakat feodalisme,
 Bersifat Terbuka (Open Social Stratification)Yaitu adanya kemungkinan anggota masyarakat dapat untuk berpindah dari status satu ke status lainnya berdasarkan usaha-usaha tertentu,

12
Kelas Sosial (Social Class)
Karl Marx adalah suatu lapisan masyarakat, dimana orang-orangnya memiliki kedudukan dan peran yang sama.
klasifikasi kelas sosial yaitu sebagai berikut :


Gambar kelas sosial
Menurut P. B. Horton dan C. L. Hunt mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tergolong dalam suatu kelas sosial
1. Kekayaan dan penghasilan
2. Pekerjaan
3. Pendidikan
Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial.
Status (Kedudukan).
Status sosial adalah suatu posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat
Macam Status Sosial.
1) Ascribed Status, yaitu proses yang dipeoleh karena kelahiran atau atas dasar keturunan. Contoh : Anak seorang bangsawan maka kedudukannya akan sebagai bangsawan pula.
2) Aschieve Status, yaitu status yang diperoleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja.Contoh : Setiap orang dapat menjadi hakim, dokter, menteri, guru besar, pilot, jendral, sopir dan sebagainya,
3) Assigned Status, yaitu status yang diperoleh seseorang atas dasar pemberian karena jasa-jasanya yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Contoh : Seseorang yang telah berjuang untuk membela negara dan kepentingan masyarakat diberi kedudukan sebagai pahlawan.
Status conflict (konflik status).
Terjadi karena banyaknya kedudukan yang dimiliki seseorang dalam kehidupan bermasyarakat, contohPak Acmad, dalam kedudukannya sebagai direktur SMA, harus menghukum putranya sendiri yang menjadi siswa SMA tersebut karena telah melanggar tata tertib sekolah.
Simbol Status.
Kedudukan macam apa yang dimiliki seseorang atau kedudukan macam apa yang melekat padanya, dapat terlihat pada kehidupannya sehari-hari melalui ciri-ciri tertentu, Ciri-ciri tersebut seolah-olah sudah menjadi bagian dari hidup orang yang bersangkutan atau dapat dikatakan telah istitutionalized atau bahkan internalized.

13

Bentuk Perkawinan
1. Banyaknya suami istri terdiri dari :
a. Perkawinan Monogami
Suatu bentuk perkawinan yang dilakukan satu kali saja antara seorang pria dengan seorang wanita saja atau seorang wanita dengan seorang pria.
b. Perkawinan Poligami
Suatu bentuk perkawinan yang dilakukan lebih dari satu kali, dimana seorang pria atau wanita dapat melakukan perkawinan lebih dari satu kali. Perkawinan poligami ada dua istilah :
• Poligini artinya suatu bentuk perkawinan dimana seorang pria mengawini lebih dari satu istri/wanita,
• Poliandri artinya suatu bentuk perkawinan dimana seorang wanita kawin dengan lebih dari seorang pria.
2. Daerah asal jodoh dibedakan menjadi :
a. Perkawinan Endogami
Suatu bentuk perkawinan yang dilakukan antar anggota kelompok sendiri misalnya satu kampung, satu desa atau satu kasta.Contoh : pada masyarakat Hindu, Badui Dalam.
b. Perkawinan Eksogami
Perkawinan yang dilakukan oleh pasangan suami istri yang berasal dari kelompok-kelompok yang berbeda secara terbatas.
Contoh : masyarakat Mentawai, Minangkabau, Batak.
c. Perkawinan Cross Cousin
Suatu bentuk perkawinan dimana antara pria dan wanita berasal dari anak saudara perempuan ayah atau dari saudara laki-laki ibu.
Keterangan :
: Pria
: Wanita
: Hubungan perkawinan
: Hubungan persaudaraan
: Garis keturunan
Ego
Perkawinan Paralel Cousin
Sutu bentuk perkawinan dimana antara pria dan wanita berasal dari saudara laki-laki ayah atau bersal dari ibu.
Keterangan :
: Pria
: Wanita
: Hubungan perkawinan
: Hubungan persaudaraan
: Garis keturunan Ego


38

Berdasarkan system nilai yang diterima msyarakat.
1) Basic institutions adalah lembaga social yang dianggap sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata-tertib dalam masyarakat.Misalnya; keluarga,sekolah,Negara dan lain sebagainya.
2) Subsidiary institutions adalah lembaga social yang dianggap kurang begitu penting dalam kehidupan masyarakat.Misalnya kegiatan-kegiatan untuk rekreasi.menyanyi,dan olah raga.
Berdasarkan penerimaan masyarakat
1) Social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga social yang diterima dalam kehidupan masyarakat. Misalnya;sekolah,perusahaan dagang dan lain-lainnya.
2) Unsanctioned institutions adalah lembaga-lembaga social yang ditolah dalam kehidupan masyarakat.walaupun kadang-kadang masyarakat tidak berhasil membrantasnya. Misalnya;kelompok penjahat,pemeras,perampok, pelacuran dan sebagainya.
Berdasarkan factor penyebarannya.
1) General institutions adalah lembaga social yang dikenal oleh seluruh masyarakat dunia.Misalnya; agama,teknologi dan sebagainya.
2) Restrected institutions adalah lembaga social yang dianut oleh masyarakat tertentu di dunia.Misalnya; agama islam,agama Kristen,agama,katolik,agama hindu,dan budha dan sebagainya.
Berdasarkan fungsinya.
1) Operative institutions adalah lembaga social yang berfungsi untuk menghimpun pola-pola atau tata-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang bersangkutan.Misalnya;lembaga dalam industrialisasi.
2) Regulative institutions adalah lembaga social yang bertujuan untuk mengawasi adapt-istiadat atau tata-kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri.Misalnya lembaga-lembaga hokum seperti kejaksaan,pengadilan,dan sebagainya.
Jenis dan Fungsi Lembaga Sosial
lembaga Keluarga.
Pengertian lembaga Keluarga
Keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak (anak kandung, anak tiri, anak asuh/anak angkat). Keluarga memiliki fungsi majemuk dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia dan menjadi unsur terkecil serta paling mendasar bagi terciptanya kehidupan sosial masyarakat.
Macam-macam keluarga.
1) Keluarga Inti (nuclear family)
yaitu keluarga kecil atau somah atau batih umumnya terdiri dari ayah,ibu dan anak(baik anak kandung,anak tiri,maupun anak angkat/adopsi).
2) Keluarga luas (extended family)
yaitu suatu keluarga yang besar jumlah warganya,terdiri dari satu generasi dan mencakup beberapa keluarga inti,baik secara vertical maupun secara horizontal. yang terdiri dari ayah,ibu,anak dan keluarga yang lain seperti nenek,kakek,kemenakan,adik ipar,bibi,paman dll yang masih ada hubungan keluarga.

37
ciri-ciri status simbol,:
a) Cara berpakaian
b) Cara pergaulan
c) Cara mengisi waktu senggang
d) Cara memilih tempat tinggal
e) Cara dan corak menghiasi rumah kediaman
Peranan (Role).
Peranan adalah pola perilaku ideal yang diharapkan oleh masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya.
Suatu peranan mencakup paling sedikit tiga hal,:
a. meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
b. suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
c. sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.
Presribed role (peranan yang dianjurkan).
melaksanakn sesuatu peranan tertentu sesuai yang diharapkan oleh masyarakat
Enacted role (peranan nyata) yaitu keadaan sesungguhnya dari seseorang dalam menjalankan peranan tertentu.
Ketidak selarasan pelaksanaan kedua peran tersebut mungkin disebabkan oleh :
a. Kurangnya pengertian para individu terhadap persyaratan-persyaratan bagi peran yang harus ia lakukan.
b. Kesenjangan untuk bertindak menyimpang dari persyaratan peranan yang diharapkan.
c. Ketidak mampuan individu memaikan peranan tersebut secara efektif.
Role distance (kesenjangan peranan).
seseorang yang menjalankan peranannya secara emosional Hal ini sering terjadi apabila peranan yang harus dijalankan itu tidak memperoleh prioritas tinggi dalam hidupnya
Contoh : Seorang wanita masih kuliah meskipun ia sudah memiliki dua orang anak dan juga mempunyai pekerjaan sampingan ini mempunyai peranan yang harus ia jalankan.
Ketegangan peranan.
seseorang mengalami kesulitan untuk melaksanakan suatu peran yang telah ditentukan karena adanya ketidakselarasan antara kewajiban dan tujuan peran itu sendiri.
Contoh : Ada seorang manager team sepak bola yang diharapkan bisa bergaul dengan para pemain berikut pelatihnya namun dilain pihak harus menjalankan kebijaksanaan atasannya hal ini sering mengalami ketegangan peranan.
Kegagalan peranan.
seseorang harus menjalankan beberapa peranan sekaligus dan tentunya dengan tuntutan-tuntutan yang saling bertentangan. Sehingga tidak berhasil mengemban peran yang diharapkan.
Contoh : Seorang pengacara yang merasa kurang senang dengan pekerjaannya di pengadilan, kemungkinan akan merasa kurang berhasil dalam peranannya sebagai seorang pengacara.
Konflik peranan
yaitu suatu keadaan dimana seseorang individu tidak bisa menjalankan peranan yang diharapkan oleh masyarakat sesui dengan status yang mereka miliki.


14
Contoh : Profesor-profesor di suatu universitas selain sebagai dosen pengajar , melakukan riset, anitia staf pengajar, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan sebagainya. Dalam waktu 24 jam tentu sulit untuk memberikan prioritas yang memadai bagi semua peranan ganda tersebut.
fungsi peranan itu sendiri adalah :
a. Memberikan arah pada proses sosialisasi
b. Pewaris tradisi, kepercayaan, nilai-nilai, norma-norma dan pengetahuan
c. Dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat
d. Menghidupkan sistem pengendalian sosial dan kontrol sosial
KONFLIK SOSIAL.
Pengertian Konflik Sosial.
adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan disertai ancaman dan kekerasan.
Pengertian Proses Disosiatif
Proses disosiatif adalah proses interaksi dalam masyarakat yang bersifat kontradiktif,dalam arti masing-masing yang berinteraksi tidak adanya kerjasama dan saling berlawanan.
Ciri-ciri Proses Disosiatif
a) Terdapat perbedaan persepsi dan pendapat atau pola pikir
b) Terdapat perbedaan kepentingan
c) Terdapat perbedaan tujuan
d) Adanya sifat kontravensi antar pihak
e) Adanya benturan-benturan fisik
Jenis Proses Disosiatif
Persaingan (Competition).
suatu proses sosial,dimana orang-peroangan atau kelompok-kelompok manusia yang berkompetisi mencari keuntungan dengan cara usaha-usaha menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada,tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Tipe umum persaingan:
• Bersifat pribadi,orang-perorangan secara langsung bersaing untuk memperoleh kedudukan tertentu,disebut juga Revalry.
• Bersifat tidak pribadi,yang langsung bersaing adalah kelompok-kelompok manusia;orang-perorangan tersangkut juga,akan tetapi sebagai anggota kelompok tertentu.
Berlangsung proses kompetisi :
• Secara tertutup, artinys persaingan antar pihak tidak saling diketahui sehingga menyulitkan masing-masing pihak dalam menghadapi persaingan.
• Secara terbuka masing-masing pihak yang bersaing saling mengetahui para pesaingnya, aktivitas persaingannya, bahkan dibentuk suatu pengamat atau tim penilai.
Bentuk persainan:
1) Persaingan dibidang ekonomi
2) Persaingan dalam bidang kebudayaan,
3) Persaingqan untuk mencapai suatu kedudukan dan peranan tertentu

15

a. Tata-kelakuan(mores)Tata kelakuan (mores), yaitu kebiasaan-kebiasaan yang sudah diterima menjadi norma pengatur perilaku warga masyarakat. Contoh: anak-anak harus berperilaku baik, sopan, dan berbakti kepada orang tuanya walaupun mereka sudah berkeluarga,dalam pergaulan, pria dan wanita tidak boleh terlalu bebas.
b. Adat-istiadat(costum) Adat-istiadat (custom), yaitu tata kelakuan yang bersifat kekal dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Warga yang melanggar adat akan dikenakan sanksi yang keras, misalnya dikucilkan, diusir, atau didenda berat oleh hukum adat, Contoh: tabu mertua dan pantang menikah dengan orang semarga (berlaku di daerah Batak),
5. Ciri-ciri Lembaga Sosial
Menurut Gillin dan Gillin ciri-ciri umum lembaga social sebagai berikut:
• suatu organisasi dari pola-pola pemikiran dan pola-pola perikelakuan
• mempunyai tingkat kekekalan tertentu.
• mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
• mempunyai alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai lembaga yang bersangkutan.
• mempunyai lambang-lambang atau symbol tertentu yang menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga social tersebut.
• mempunyai suatu tradisi yang tertulis dan tidak tertulis.
7. Sifat Lembaga Sosial
Menurut J.B.A.T. Mayor Polak ada beberapa sifat lembaga social yaitu :
1) Adanya pola sikap dan kelakuan tertentu
2) Setiap pranata atau lembaga social mempunyai lambang-lambang
3) Adanya unsure-unsur pemakaian kebudayaan
4) Mempunyai kode-kode tertulis atau lisan
5) Mempunyai nilai-nilai rasionalisasi dan sublemasi.
8. Fungsi Lembaga Sosial
Menurut Soerjono Soekamto (1986) lembaga social mempunyai bebertapa fungsi,yaitu antara lain:
a) Memeberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana mereka harus bersikap dan bertingkah laku
b) Menjaga keutuhan dari masyarakat aaaaayang bersangkutan.
c) Memeberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan system pengendalian social (social control).
9. Tipe-Tipe Lembaga Sosial
Berdasarkan sudut perkembangannya.
1) Criscive institutions adalah lembaga-lembaga yang tumbuh tidak secara sengaja dari adat-istiadat dalam kehidupan masyarakat.Misalnya hak milik,perkawinan,agama,dan sebagainya.
2) Enacted institutions adalah lembaga-lembaga yang dibentuk dengan sengaja untuk memenuhi tujuan tertentu.Misalnya; lembaga utang-piutang,lembaga perdagangan,lembaga pendidikan.

36
a. Elitisme dan eksklusifisme, pandangan yang merasa dirinya orang yang terpandang .
b. Diskriminatif, membeda-bedakan antara orang yang satu dengan orang lainnya.
c. Konsumtif, membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang tidak menghasilkan
d. Glamoristik, sikap atau gaya hidup seseorang yang lebih suka menonjolkan kemewahan.
Pengaruh Tantangan Global terhadap Eksistensi Jati Diri Bangsa
a. merusak tatanan kesusilaan, kesopanan, dan tradisi masyarakat yang telah tertanam kuat.
b. Munculnya industri-industri asing di negara berkembang.
c. Tenaga kerja local cenderung menjadi tenaga kerja kasar, sedangkan tenaga kerja ahli dan pengendalian industri serta ekonomi akan jatuh ke tangan asing.
d. Terdesaknya kebudayaan local oleh kebudayaan negara maju .
e. industri kecil dan menengah terancam gulung tikar , tersaingi oleh negara maju.
Gagasan atau Pemikiran Untuk Mengantisipasi Dampak Negatif Perubahan Sosial.
A. Menyeleksi dan Menyaring Nilai-Nilai Budaya Asing.
1) Menanamkan rasa kebangsaan.
2) Meningkatkan dan memantapkan idiologi nasional (Pancasila).
3) Menanamkan dan mengembangkan nilai-seni budaya bangsa Indonesia.
B. Memelihara dan Mengembangkan Budaya Nasional.
C. Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
BAB.3 HAKEKAT LEMBAGA SOSIAL
1. Pengertian.
Secara sosiologis pengertian lembaga social adalah seperangkat aturan yang berkisar pada kegiatan atau kebutuhan tertentu.
Perbedaan Lembaga dan Institut
Lembaga Institut
Merupakan suatu system norma atau aturan-aturan mengenai suatu aktivitasmasyarakat yang khusus
Contoh:
a. Permainan Sepak Bola
b. Penelitian Kemasyarakatan
c. Jurnalistik
d. Pendidikan Agama
e. Pendidikan Teknologi Merupakan kelompok orang yang terorganisir yang bertugas melaksana kan aktivitas tertentu
Contoh:
• Arema,Persik,PSSI
• LIPI
• Jawa Pos,Kompas
• Institut Agama Islam
• Institut Teknologi Bandung
3. Macam-Macam Norma-norma yang mempunyai kekuatan mengikat yang berbeda-beda, secara:
c. Cara(usage) suatu bentuk perbuatan, norma ini mempunyai kekuatan yang sangat lemah.penyimpangan terhadapnya,akan mendapat celaan dari individu yang dihubunginya.Misalnya ;cara makan,cara minum,cara tidur ,dan sebagainya
d. Kebiasaan(folkways) suatu perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. perbuatan tersebut. mempunyai daya pengikat yang lebih kuat dari pada cara. penyimpangan terhadapnya akan ditegur dan diperingatkan sehingga ia akan merasa malu. Contoh: kebiasaan menghormati orang yang lebih tua atau pemimpin,
35

4) Persaingan karena perbedaan ras,
Fungsi persaingan antara lain:
1) menyalurkan keinginan keinginan yang bersifat kompetetif
2) berfungsi sebagai suatu jalan dimana keinginan-keinginan kepentingan-kepentingan serta nilai-nilai yang ada pada suatu masa menjadi pusat perhatian,tersalurkan dengan sebaik-baiknya oleh mereka yang bersaing.
3) Persaingan merupakan alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan seleksi sosial.
4) Persaingan juga berfungsi sebagai alat untuk menyaring warga-warga golongan-golongan karya (fungsional) yang akhirnya dapat menghasilkan pembagian kerja yang efektif.
Kontravensi (Contravention)
Kontravensi pada hakekatnya adalah merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dengan pertentangan.Kontravensi terutama ditansai oleh gejala-gejala perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian,atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang
Sifat kontravensi akan terungkap dalam bentuk aktivitas sebagai berikut:
• Menolak ajakan atau himbauan dari pihak satu kepada yang lain,
• Menghindari adanya bentuk-bentuk kerja sama,
• Meragukan bentuk hubunga antar pihak,
• Menghalangi perkembangan atau keberhasilan pihak lain,
• Mengecilkan keberadaan pihak-pihak yang lain.
Pertikaian (konflik)
adalah suatu proses sosial dimana orang-perorangan atau kelompok manusia berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan.
Sebab musabab atau akar dari pertentangan adalah sebagai berikut:
• Perbedaan antara orang-perorangan,
• Perbedaan kebudayaan,
• Bentrokan antar kepentingan,
• Perubahan-perubahan sosial,
• Konflik yang terjadi dalam masyarakat.
Macam-macam Konflik Sosial.
1) Menurut Wilayah.
• Konflik LokalYaitu konflik yang melibatkan orang atau kelompok orang dalam skala yang relatif sempit, seperti wilayah provinsi atau kabupaten. Contoh konflik antar parpol dalam lingkup pemilihan gubernur atau walikota.
• Konflik NasionalYaitu konflik antar kelompok individu yang berada dalam satu negara. Konflik nasional seringkali merupakan konflik antar suku, antar ras, antar agama, dan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
• Konflik Internasional Yaitu konflik antara dua negara atau lebih untuk memperebutkan sesuatu hal yang menyangkut luas dan batas wilayah, kekayaan laut, perdagangan, dan masalah HAM. Dalam hal ini mediatornya P B B
16


2) Menurut Jumlah Orang yang Terlibat
a) Konflik Individual, konflik yang bersifat pribadi atau antar individu. Konflik individu
merupakan konflik yang berskala kecil. Akan tetapi, mempunyai pengaruh besar dalam masyarakat.
b) Konflik Kolektif ,konflik antar kelompok individu. Konflik kolektif dapat berbentuk
sebagai berikut:
 Konflik antar keluarga dan kerabat
 Konflik antar suku
 Konflik antar ras
 Konflik antar negara
 Konflik antar kelompok negara
3) Menurut Derajat Kedudukannya.
a) Konflik Horizontal,onflik sosial antara dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan sederajat dalam masyarakat. Contohnya:
 Konflik antar pelajar SMA
 Konflik antar parpol
 Konflik antar suku
 Konflik antar umat bergama
b) Konflik Vertikal
Konflik vertikal adalah konflik antar pihak dalam suatu struktur organisasi yang mempunyai derajat kedudukan yang tidak sama. Contoh:
 Konflik antara buruh dan majikan
 Konflik antara guru dengan murid
 Konflik antar atasan dengan bawahan
4) Menurut Penyebabnya
• Konflik Bernuansa IdeologisYaitu konflik vertikal atau horizontal dan konflik individual atau kolektif yang penyebabnya bersumber dari perbedaan nilai-nilai ideologis.
• Konflik Bernuansa Politik Yaitu konflik yang penyebabnya bersumber dari perbedaan ideologi politik. Contoh: Konflik antara pemimpin paratai politik A dengan pemimpin partai politik B
• Konflik Bernuansa EkonomiYaitu konflik untuk memperebutkan sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis. Konflik ini dapat bersifat individual, kolektif, vertikal, dan horizontal.Contah konflik antar pedagang untuk memperebutkan pelanggan
• Konflik Bernuansa Sosial Budaya Konflik sosial budaya merupakan konflik yang bernuansa kesukuan.sebab, konflik sosial budaya bersumber dari perbedaan struktur sosial dan budaya antar masyarakat.Contoh:Konflik antar suku,antar ras
• Konflik Multidimensi Yaitu konflik yang disebabkan oleh masalah-masalah politik, ekonomi, ideologi, dan sosial budaya. Contoh:Konflik NATO dan Pakta Warsawa
Perbedaan Kondlik Dengan Kekerasan.
Konflik sosial dengan kekerasan seringkali menggambarkan derajat kontradiksi yang sangat besar, sehingga menjadi sulit untuk membedakan konflik sosial dan kekerasan. Hampir setiap konflik sosial di dalamnya terdapat kekerasan. Akan tetapi, kekerasan belum tentu terjadi dalam suasana konflik.
17
6.Dampak Positif Globalisasi
pengaruh positif globalisasi, antara lain
• terbukanya penyediaan modal,
• lancarnya komunikasi,
• terciptanya transaksi ekonomi yang efektif,
• tersedianya barang-barang konumsi dengan banyak pilihan.
7.Dampak Negatif Modernisasi dan Globalisasi.
1) Goncangan budaya (culture shock).
2) Pergeseran nilai-nilai budaya yang menimbulkan anomie.
3) Ketertinggalan budaya (cultural lag)
4) Munculnya Sikap Konsumeristis
5) Munculnya Kodisi Disharmoni
6) Kerusakan Lingkungan
7) Adanya Demoralisasi .
8) Menurunnya Kemandirian dalam Menghadapi Masalah
9) Meningkatnya Sikap Egois dan Materialistis
10) .Munculnya Pola Kehidupan yang Kompetitif dan Disorganisasi Sosial
8. Tantangan Globalisasi Terhadap Esistensi Jati Diri Bangsa.
Era keterbukaan dan masuknya ilmu secara langsung ataupun tidak langsung akan membawa serta nilai-nilai asing ke dalam masyarakat Indonesia. Hal ini dapat mempengaruhi nilai, tatanan hidup, gaya hidup sikap hidup, dan pikiran kita. Dengan demikian, kalau tidak diwaspadai, kita dapat terseret atau terjerumus ke dalam nilai budaya asing yang belum tentu sesuai dengan kepribadian bansa Indonesia. hal inilah yang disebut dengan tantangan global.
9.Tantangan Globalisasi ke dalam masyarakat.
• masuknya nilai-nilai asing ke dalam suatu masyarakat, bangsa, atau negara yang dapat mengancam kepribadian bangsa
• terjadinya proses akulturasi.
• sistem nilai pun dapat dengan mudah berganti, karena itu muncul kekhawatiran kalau jati diri kita akan luntur oleh perkembangan zaman.
• Kita pun dapat terombang-ambing oleh berbagai pengaruh negatif yang masuk dari luar.
• timbul kesenjangan ekonomi, berkembangnya monopoli, serta terpusatnya kekuatan ekonomi di tangan sekelompok kecil golongan tertentu.
• nilai-nilai sosial budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian kita ikut masuk ke dalam kebudayaan Indonesia. Akibatnya akan mempengaruhi pola pikir, sikap hidup, dan perbuatan kita.
10.Sikap dan pandangan hidup yang tidak sesuai dengan budaya bangsa akibat globalisasi :
e. Egois, yaitu sifat yang hanya mementingkan diri sendiri.
f. Materialisme, suatu sikap yang menganggap materi merupakan segalanya.
g. Sekulerisme, yaitu paham yang memisahkan agama dengan urusan keduniawian.
h. Ekstrimisme, yaitu pandangan yang melampaui batas kebiasaan yang ada
i. Chauvinisme, pandangan mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.

34
 Menjunjung tinggi keadilan dan keseimbangan antara hak dan kewajiban.
 Bersedia menerima kritik yang sifatnya membangun. demi kemajuan dan kesempurnaan pekerjaannya.
 Belajar dari pengalaman dan ilmu pengetahuan guna mencapai maksud dan tujuan.
Dampak perubahan sosial budaya sebagai akibat modernisasi.
1. Pembangunan dalam segala aspek kehidupan.
2. Mempercepat Perkembangan Iptek.
3. Industrialisasi dalam kehidupan masyarakat.
Industrialisasi dapat berhasil jika didukung oleh beberapa faktor diantaranya :
1. Tersedianya sumber daya alam yang memadai.
2. Terdapat sumber daya manusia yang cukup.
3. Strategi kebijakan ekonomi pemerintah.
4. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Bertambah Luasnya Lapangan Pekerjaan
5. Urbanisasi
Dampak positif urbanisasi.
• Memberikan lapangan pekerjaan kepada usia produktif.
• Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik desa maupun kota.
• Memacu perkembangan desa untuk lebih maju.
• Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan seseorang agar dapat memperoleh pekerjaan yang layak.
• Tumbuhnya industri kecil di desa bidang produksi barang dan jasa akibat imbas teknologi dari perkotaan.
Dampak negative urbanisasi.
o Terjadinya kepadatan penduduk ,kemacetan lalu-lintas di kota.
o Munculnya perumahan kumuh di perkotaan.
o Perkembangan dan pembangunan desa terhambat .
o Meningkatnya pengangguran,gelandangan,anak jalanan,dan krimi nalitas di kota.
o Terjadinya degradasi moral atau kekadensi moral.
6. Membentuk Tenaga Kerja Profesional
7. Meningkatnya Efektivitas dan Efisiensi Kerja
8. Meningkatnya Volume Ekspor
9. Tersedianya Barang-Barang Konsumsi
Dampak Perubahan Sosial Budaya sebagai akibat Globalisasi
5. Pengertian globalisasi.
Gobalisasi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur baru atau hal baru khususnya yang menyangkut informasi secara duniawi melalui media cetak dan elektronik. Secara terbatas globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia. Misalnya melalui televisi pada siaran berita, kita dapat melihat dan memperoleh informasi yang relatif singkat.


33
Pengertian Kekerasan (Violence)
adalah suatu perlakuan keras yang menyangkut penganiayaan atapun pembunuhan dari satu pihak kepada pihak yang lain tanpa ada perlawanan. Contoh-contoh tindak kekerasan, antara lain:Kekerasan majikan terhadap buruh (TKI di Malaysia,Timur Tengah),Kekerasan suami terhadap istri,Kekerasan terhadap tawanan perang
Akibat Yang Ditimbulkan Konflik Sosial.
Yang bersifat Konstruktif:
a. Bertambahnya solidaritas in-group
b. Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belun jelas.
c. Membantu menghidupkan norma-norma lama dan menciptakan norma baru.
d. untuk mengurangi ketergantungan amtar individu dan kelompok
e. Munculnya pribadi-pribadi yang kuat atau tahan uji.
f. Munculnya kompromi baru apabila konflik tidak membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.
Yang bersifat Desstruktif
a. Retaknya persatuan kelompok.
b. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia (bila konflik berubah kekerasan)
c. Berubahnya sikap dan kepribadian individu,baik yang mengarah ke hal yang positif maupun negatif
d. Munculnya domunasi kelompok yang menang terhadap kelompok yang kalah.
Upaya Untuk Menyelesaikan Konflik Sosial.
1) Gencatan Senjata.Yaitu upaya penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu Misalnya, merawat korban yang luka-luka, mengubur yang meninggal, perundingan perdamaian, merayakan hari keagamaan.
2) Mediation,Yaitu upaya penyelesaian pertikaian oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga netral dan kedudukannya haya sebagai penasihat saja serta tidak berwenang memberi keputusan untuk menyelesaiakn perselisihan.
3) Conciliation,Yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihak yang berselisih bagi suatu persetujuan bersama.Misalnya, usaha penyelesaian perburuhan di Departemen Tenaga Kerja
4) Toleration,Sikap dimana kedua belah puhak mempertahankan pendiriannya tetapi masih bersedia menghormati pendirian lain, sehingga tidak menimbulkan permusuhan. Misalnya, toleransi antar umat beragama.
5) Stalemate,Yaitu suatu keadaan dimana pihak-pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, namun berhenti pada titik tertentu ,karena kedua belah pihak sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur. Contoh, perlombaan senjata antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet pada masa lalu.
6) Coercion,Yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh suatu paksaan. Coercion terjadi apabila salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah sekali.
7) Compromise,Yaitu salah satu bentuk akomodasi, dimana pihak yang terlibat masing-masing mengurang tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap pertentangan yang ada.
8) Arbitration,upaya menyelesaikan konflik dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang memberi keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak.
18
9) Adjudication,Yaitu penyelesaian perkara atau sengketa melalui pengadilan.
INTEGRASI SOSIAL
Pengertian Integrasi Sosial
Integrasi sosial merupakan proses penyesuaian diantara unsur sosial yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan yang serasi fungsinya bagi masyarakat. Integrasi sosial ditandai dengan adanya suatu keadaan yang menggambarkan suatu keserasian hubungan dan fungsi diantara komponen masyarakat.
Syarat terjadinya integrasi sosial adalah:
1) Anggota masyaraklat merasa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan mereka.
2) Tenciptanya kesepakatan atau konsensus bersama mengenai norma dan nilai sosial
3) Norma dan nilai yang berlaku bersifat konsisten,tidak mudah berubah-ubah,
Proses Integrasi Sosial.
Dalam suatu proses integrasi sosial berlangsung tahapan-tahapan sebagai berikut:
a. Proses Interaksi
Proses interaksi merupakan proses paling awal untuk membangun suatu kerja sama dengan ditandai adanya kecenderungan-kecenderungan positif yang dapat melahirkan aktivitas bersama..
b. Proses Identifikasi
Pada dasarnya, proses identifikasi adalah proses untuk memahami sifat dan keberadaan orang lain.
c. Kerjasama (Kooperation)
kerja sama timbul apa bila orang menyadari bahwa mereka mepunyai kepentingan-kepentingan yang sama
bentuk kerja sama yaitu:
1) Bergaining,yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.
2) Co-optation,yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dakam kepemimpinan atau pelaksanaan politik ddalam suatu organisasi, sebagai salah atu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
3) Coalition,adalah kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.yang mempunyai sifat kooperatif.
4) Joint-venture,adalah kerjasa sama dalam suatu usaha bersama dengan perjanjian pembagian keuntungan bersama menurut proporsi yang tertentu..
c. Proses Akomodasi
Isrilah akomodasi dipergunakan dalam dua arti,
• akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan,berarti suatu kenyataan adanya suatu keseimbangan (equilibrium) dalam interaksi antara orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di dalam masyarakat.
• akomodasi yang menunjuk pada suatu proses adalah menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan,yaitu usaha mencapai kestabilan

19
Sekularisasi adalah suatu proses pemisahan antara nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai kepentingan duniawi dengan penekanan pada kepentingan duniawi. Jadi, sekularisasi merupakan semacam ideologi yang penganggap bahwa hidup ini adalah semata-mata untuk kepentingan dunia. Sekularisme membawa pengaruh pada perilaku masyarakat untuk mengejar kesenangan duniawi (hedonisme) sehingga tercipta masyarakat yang berorientasi pada materi dan teknologi.
Dengan demikian, jelaslah bahwa modernisasi tidak sama dengan westernisasi dan sekularisasi. Untuk memudahkan pemahan hal tersebut, Perhatikan tabel berikut ini:
Modernisasi Westernisasi Sekuralisasi
Persamaan a.Mempunyai kepentingan soal keduniawian
b.Berasal dari Barat
c.Merupakan hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalisasikan
d.Merupakan proses perubahan

Perbedaan a.Mutlak ada dan diperlukan oleh
setiap Negara
b.Tidak mempersoal kan atau mengesam pingkan nilai-nilai keagamaan
c.Proses perkemba ngannya lebih bersi fat umum

a.Mutlak pembaratan
b.Tidak Mempersoalkan /mempertentangkan kebudayaan Barat dengan kebudayaan setempat
c.Bentuk Barat sering
kali dipandang sebagai satu-satu
nya kemungkinan yang ada
a.Semata-mata bero rientasi pada masalah dunia
b.Tidak terikat pada
nilai-nilai agama dan cenderung bersifat ilmiah saja
c.Proses perkembangan nya terjadi di bidang
keagamaan

2. Syarat-syarat modernisasi
• Cara berpikir ilmiah (scientific thinking')
• Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
• Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat
• Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable)
• Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
• Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial (social planning)
3..Ciri-ciri manusia modern.
 Memiliki sikap terbuka dan menerima hal baru atau pengalaman baru.
 Mempunyai pendapat terhadap persoalan yang ada
 Lebih berorientasi ke masa depan dari pada masa lalu.
 Memiliki perencanaan dan pengorganisasian dalam hidupnya.
 mempunyai sikap dan percaya diri,berani mengatakan secara obyektif berdasarkan rasional.
 Menghagai harkat dan hasil karya orang lain.
 berpikir secara rasional dan objektif berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
32
Difusi Antarmasyarakat (Intersociety Diffusion)
Difusi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut
1. Adanya kontak antar masyarakat tersebut.
2. Kemampuan untuk mendemontrasikan manfaat penemuan – penemuan baru tersebut.
3. Pengakuan akan kegunaan penemuan baru tersebut.
4. Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang menyaingi nnsur penemuan tersebut.
5. Peranan masyarakat yang menyebar penemuan baru didunia ini.
6. Paksaan dapat juga di pergunakan untuk menerima suatu pertemuan baru.
Proses difusi dapat berlangsung melalui hal-hal sebagai berikut:
a. Penetration Pacifique, yaitu proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan dengan damai. misalnya masuknya kebudayaan Hindu, Budha,dan Islam ke Indonesia
b. Penetration Violente, yaitu proses penyebaran kebudayaan yang dilakukan dengan cara kekerasan misalnya, penjajahan, peperangan, penaklukan suatu negara.
c. Simbiotik, yaitu proses difusi dimana masing-masing pihak memepertahankan kebudayaannya dengan hidup berdampingan secara damai dan menguntungkan.
d. Imitasi. Yaitu proses peniruan secara langsung terhadap unsur-unsur kebudayaan masyarakat lain oleh suatu masyarakat.
Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya.
 Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. .
 Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
 Adanya kepentingan yang tertanam dengan kuat (vested interest).
 Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
 Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
 Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.
 Adanya adat atau kebiasaan yang sulit diubah..
 Prasangka terhadap hal-hal baru dan asing,.
DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL
A.DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA SEBAGAI AKIBAT MODERNISASI DAN GLOBALISASI
1. Pengertian Modernisasi.
a. Modernisasi berasal dari bahasa Latin modemus yang dibentuk dari kata modo dan emus. Modo berarti cara dan emus menunjuk pada adanya periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju masyarakat modern.
Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan social,yang biasanya merupakan proses perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan sosial (planned change) yang biasanya dinamakan Sosial Planning.
modernisasi sering disalah artikan sebagai westernisasi, terutama pada sikap para pelakunya yang cenderung selalu meniru secara mutlak pengaruh Barat yang masuk. Jika orang tidak mengikuti cara ini, orang itu akan dianggap tidak modern
Wasternisasi berarti pembaratan atau peniruan perilaku apa adanya, seperti yang dilakukan orang-orang di negara Barat (eropa dan Amerika.) Orang yang kebarat-baratan belum tentu modern. Modernisasi bisa saja berarti meniru atau mengambil teknologi Barat tanpa harus bergaya hidup seperti orang.

31
Tujuan dari akomodasi,yaitu:
1) Untuk mengurangi pertentangan
2) Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan,
3) Unruk memungkinkan terjadinya kerja sama
4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah,
Proses Asmilasi
Asimilasi merupakan suatu proses sosial dalam taraf kelanjuta,yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak,sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.
Proses asimilasi timbul bila ada:
1) Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
2) Orang-perorangan sebagai warga kelompok –kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama,sehingga
3) Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.
Faktor Pendorong Integrasi Sosial
• Homogenitas kelompok
• Besar kecilnya kelompok.
• Perpindahan fisik.
• fektivitas komunikasi.
Interseksi yaitu proses menyatunya anggota masyarakat kedalam kelompok-kelompok sosial;
Contoh :PDI anggotanya saling silang dengan parameter etnis,keagamaan,dan status sosial
Konsolidasi yaitu proses menguatnya keanggotaan anggota masyuarakat kedalam kelompok sosial
Contoh:anggota PDI yang berasal dari suku jawa saling merapatkan barisan dengan mengadakan kegiatan bakti sosial.
Mobilitas Sosial
Pengertian Mobilitas Sosial
Menurut Bruce J. Cohan mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu dari satu status sosial ke status sosial yang lain. Perpindahan ini bisa naik atau turun, atau tetap pada tingkat yang sama tetapi dalam pekerjaan yang berbeda.
B.Tipe-tipe Mobilitas Sosial
1) Mobilitas Vertikal.
ialah perubahan status individu karena ia berpindah dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya, mobilitas ini bisa naik ataupun turun. Contoh : Manager satu departemen perusahaan yang dipromosikan menjadi general manager supermarket
2) Mobilitas Horizontal.
ialah perpindahan sosial pada tingkat yang sama. Individu yang berganti pekerjaan menunjukkan mobilitas horizontal apabila pergantian tersebut tidak mempengaruhi status sosialnya.


20
Contoh : Seseorang yang bekerja sebagai petugas pompa bensin dan mendapatkan upah Rp 5.000 perhari dan kemudian meninggalkan pekerjaan itu untuk bekerja sebagai pekerja bangunan dengan upah yang sama Rp 5.000 perhari,
3) Mobilitas antar generasi.
ialah mobilitas yang terjadi antar generasi satu ke generasi yang lainnya, ini terjadi bisa naik ataupun turun.Contoh : Apabila anak perempuan seorang sopir taxi kuliah pada perguruan tinggi dan menjadi seorang dokter yang ternama,
4) Mobilitas intra-generasi.
adalah perubahan-perubahan dalam status sosial individu atau kelompok individu di dalam generasi yang sama.Contoh : Kita misalkan ada lima orang anak dari satu keluarga yang sama. Setelah menamatkan SLTA-nya keempat anak mempunyai status dan kedudukan yang bermacam-
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial
a) Faktor Struktural.
Yaitu jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang harus diisi dan kemudahan untuk memperolehnya. Adapun yang termasuk faktor struktural tersebut diatas adalah antara lain :
 Struktural Pekerjaan. Yang dimaksud disini adalah sedikit banyaknya macam ragam pekerjaan yang dapat diisi dan dimasuki oleh seseorang dalam kehidupan masyarakat.
 Perbedaan Fertilitas. Yang dimaksud disini adalah tingkat/angka rata-rata kesuburan dalam masyarakat.
 Struktur Ekonomi. Yang dimaksud disini adalah kondisi perekonomian dari suatu masyarakat atau suatu negara.
b) Faktor Individual.
Yaitu kualitas pribadi seseorang yang menentukan siapa yang akan berhasil mencapai kedudukan tinggi tersebut, (kemampuan, orientasinya terhadap mobilitas, dan kemujurannya).
1) Perbedaan Kemampuan.
2) Orientasi Sikap Terhadap Mobilitas.
 Pendidikan.
 Kebiasaan kerja.
 Pola penundaan..
c) Faktor Kemujuran.
Yaitu situasi kondisi yang berada diluar jangkauan manusia itu sendiri.
D. Saluran-saluran Mobilitas Sosial
1) Angkatan Bersenjata.
2) Lembaga-lembaga Keagamaan.
3) Lembaga-lembaga Pendidikan.
4) Organisasi Politik.
5) Organisasi Ekonomi.
6) organisasi Keahlian.
7) Perkawinan.

21
a) Penemuan baru mengakibatkan perubahan-prubahan yang menjalar dari satu lembaga kemasyarakatan ke lembaga kemasyarakatan lainnya..


b) Beberapa penamuan baru dapat mengakibatkan satu jenis perubahan.


Faktor-faktor yang datang dari luar masyarakat.
1. Lingkungan fisisk yang ada di sekitar manusia
2. Peperangan
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Faktor Pendorong Proses Perubahan Sosial diantaranya adalah:
 Sistem pendidikan formal yang maju.
 Sikap menghargai seseorang dan keinginan untuk maju.
 Sistem yang terbuka dalam lapisan masyarakat
 Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation)
 Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
 Penduduk yang heterogen
 Orientasi ke masa depan yang lebih baik.
 Adanya kontak dengan kebudayaan lain.
Ada dua tipe dari difusi yaitu
1. Difusi Intramasyarakat (Intra society Diffusion)
Difusi ini dapat terpengaruh oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Adanya pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut memilki kegunaan.
2. Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi diterima atau tidak diterimanya unsur-unsur yangbaru.
3. unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama kemnginan besar tida akan diterima.
4. Kedudukan dan peranan sosial dari indiidu yang menemukan sesuatu yang baru
5. Pemerintah dapat membatasi proses difusi tersebut.

30


1. Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan
merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Yang dinamakan dengan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dalam perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan. Melalui rekayasa sosial (social engineering) atau sering pula dinamakan perencanaan sosial (social planning). Contohnya, lahirnya undang-undang perkawinan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 1963 membatasi kaum laki-laki terutama pegawai negeri untuk mempunyai istri lebih dari satu
2. Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
merupakan perubahan-perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat atau kemampuan manusia. Perubahan ini dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Contohnya, pelaksanaan upacara adat perkawinan yang hanya menampilkan sebagian kecilnya (cuplikan).
C.FAKTOR-FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA.
1) Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial
Faktor-faktor dari dalam masyarakat
1. Bertambah atau berkurangnya penduduk
2. Penemuan-penemuan Baru
3. Pertentangan (konflik) masyarakat.
4. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
Penemuan-penemuan baru dibedakan
• Discovery. adalah proses penemuan unsur=unsur kebudayaan baru dalam masyarakat.
• invention adalah proses penerapan unsur-unsur baru tersebut dalam kehidupan masyarakat
Pendorong bagi individu-individu untuk mencari penemuan baru adalah:
2. kesadaran dari orang-perorangan akan kekurangan dalam kebudayaan
3. kualitas dari ahli-ahli dalam suatu kebudayaan
4. perangsang bagi aktivitas-aktivitas penciptaan dalam masyarakat
Pengaruh-pengaruh Penemuan baru tersebut adalah sebagai berikut.
a) Penemuan baru akan menimbulkan pengaruh pada bidang-bidang lainnya. Pengaruh tersebut dapat.





29
E. Manfaat dan Kerugian Mobilitas Sosial
memungkinkan masyarakat untuk mengisi kursi jabatan dengan orang yang paling ahli dan memberikan kesempatan bagi orang untuk mencapai tujuan hidupnya, ,
Konsekuensi negatif Mobilitas Sosial:
 kecemasan dan penurunan status bila terjadi mobilitas menurun
 ketegangan dalam mempelajari peran baru dari status jabatan yang ditingkatkan
 keretakan hubungan antar anggota kelompok primer, karena seorang yang berpindah status yang lebih tinggi atau status yang lebih rendah
 seseorang yang dinaikkan jabatannya mungkin saja merasa cemburu melihat ketenangan masyarakat yang kurang mobil
 orang tua dan putra-putrinya dapat saling merasa sebagai orang asing
 sering mengakibatkan adanya mobilitas geografis yang disertai dengan kerugian yang menyakitkan, karena ikatan sosial yang sudah sekian lama terjalin, lenyap.
F. DAMPAK MOBILITAS SOSIAL
• Pertentengan Antarpribadi
• Pertentangan Antarkelas
• Pertentangan Antarkelompok
• Pertentangan Antargenerasi
KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Faktor Yang Mendasari Kelompok Sosial.
Oleh karena sejak dilahirkan,manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan pokok yaitu:
1) Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya disekelilingnya (yaitu masyarakat).
2) Keinginan untuk menjadi satu dengan dengan suasana alam sekelilingnya
Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedua keinginan tersebut, manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya. Agar dapat diterima masyarakat lain di sekelilingnya, manusia berusaha menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat dimana ia berada.
Apakah setiap himpunan manusia dapat dinamakan kelompok sosial? Jawabannya belum tentu semuanya disebut kelompok sosial karena ada beberapa persyaratan tertentu suatu himpunan manusia dapat disebut sebagai kelompok sosial, yaitu :
o setiap anggota kelompok harus ada kesadaran sebagai bagian dari kelompok yang bersangkutan;
o adanya hubungan timbal balik antar anggota dalam kelompok tersebut;
o ada faktor yang dimiliki bersama oleh anggota kelompok sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat. Faktor milik bersama itulah yang dapat berbentuk adanya persamaan nasib, tujuan, dan ideologi politik yang sama. Selain itu, faktor musuh bersama, misalnya, juga dapat menjadi faktor pengikat atau pemersatu masyarakat dalam kelompok tersebut.
o Berstruktur, berkaidah, dan berperilaku.
o Bersistem dan berproses
Pengertian Kelompok Sosial.
Paul B Horton berpendapat bahwa kelompok adalah setiap kumpulan manusia secara fisik(misalnya sekelompok orang yang sedang menunggu bus kota)
22.
Jadi yang dimaksud dengan Kelompok sosial (social group) merupakan suatu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran sebagai bagian dari kelompok saling berhubungan satu dengan yang lain dan sebagai factor pengikat untuk menambah eratnya hubungan antaranggota, berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku tertentu.
Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial.
Kelompok sosial pada dasarnya dapat dibedakan atas :
1) Kelompok-kelompok sosial yang teratur
1. berdasarkan atas besar kecilnya jumlah anggota kelompok dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :
a. Kelompok primer (Primary Group)
b. Kelompok Sekunder (Secondary Group)
2. berdasarkan atas derajat organisasinya dibedakan menjadi :
a. Kelompok Formal (Formal Group)
b. Kelompok Informal (Informal Group)
3. ng bersarkan atas interaksinya dibedakan menjadi :
a. Kelompok referensi (Refernce Group)
b. Kelompok Membership (Membership Group)
Sebenarnya untuk kelompok primer ini masih ada beberapa bentuk lagi, misalnya : in group, out group, gemeinschaft,gesellschaft dsb
2) Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur
Sedangkan untuk kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur dibedakan menjadi dua golongan, yaitu :
1. Kerumunan (Crowd)
2. Publik
Bentuk-bentuk kelompok sosial.
Kelompok primer.Menurut Cooley,kelompok ditandai dengan adanya hubungan yang erat dimana anggotanya saling mengenal dan sering kali berkomunikasi secara langsung serta terdapat kerjasama yang bersifat pribadi.
Sifat hubungan primer
• Adanya kesamaan tujuan di antara anggota
• Hubungan primer harus secara sukarela
• Hubungan primer bersifat dan juga inklusif artinya hubungan yang diadakan itu harus melekat pada kepribadian seseorang dan tidak dapat digantikan orang lain
• Menunjang sifat baik manusia serta memberikan kekuatan dan dorongan kepada individu , sehingga mengurangi sifat yang lemah
• Mempertebal ketergangtungan individu terhadap kelompoknya.
• didasarkan pada perasaan artinya reaksi yang diperlihatkan oleh masing-masing individu dalam kelompok didasarkan atas perasaan
Hal hal yang dapat membantu kelompok social ini terhadap individu adalah :
1. Memperbesar rasa loyalitas
2. Memberikan pegangan terhadap individu,agar tidak frustasi
kelompok sekunder Cooley dapat dikatakan bahwa kelompok skunder ini mempunyai kondisi dan sifat-sifat sebagai berikut:
1. Jumlah anggotanya banyak,sehingga anggota tidak saling mengenal.
23
BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan Cepat dan Perubahan Lambat
a) Perubahan Lambat (Evolusi)
Perubahan secara lambat memerlukan waktu yang lama. Perubahan ini biasanya merupakan rentetan-rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat.Pada evolusi, perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana. Masyarakat hanya berusaha menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yng timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
Ada bermacam-macam teori tentang evolusi.
• Unilinear Theories of Evolution. bahwa manusia dan masyarakat termasuk kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan-tahapan tertentu dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan akhirnya sampai ke tahapan sempurna. Pelopor teori ini antara lain adalah Auguste Comte dan Herbert Spencer.
• Universal Theory of Evolution. bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Menurut Hebert Spencer, prinsip teori ini adalah bahwa masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogenke kelompok heterogen, baik sifat maupun susunannya.
• Multilined Theories of Evolution. Teori ini lebih menekankan pada penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya, penlitian tentang pengaruh perubahan sistem pencaharian dari sistem berburu ke sistem pertanian terhadap sistem kekeluargaan dalam sebuah masyarakat.
b) Perubahan Cepat (Revolusi)
Perubahan yang menyangkut sendi dasar pokok kehidupan masyarakat.dan perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu
Secara sosiologis, syarat suatu revolusi dapat tercapai.
1) Harus ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan perubahan.
2) Ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
3) Ada pemimpin yang dapat menampung keinginan atau aspirasi dari rakyat untuk dijadikan suatu program kerja.
4) Ada tujuan konkrit yang dapat dicapai.
5) Ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi,
II.Perubahan yang Kecil pengaruhnya dan Perubahan yang Besar pengaruhnya
a) Perubahan yang Kecil pengaruhnya
adalah suatu perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur- unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, perubahan mode pakaian.
b) Perubahan yang Besar pengaruhnya
adalah suatu perubahan-perubahan yang terjadi berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembaganya, contohnya;proses industrialisasi pada masyarakat agraris
III.Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan Perubahan yang tidak Dikehendaki atau tidak Direncanakan

28
Hakikatnya perubahan sosial budaya:
a. setiap masyarakat, selalu mengalami suatu perubahan.
b. dapat berlangsung secara cepat dan dapat pula berlangsung secara lambat,
c. dapat berlangsung secara terencana Akan tetapi, perubahan dapat pula berlangsung secara tidak terencana
d. Setiap kali ada perubahan pasti terdapat pihak-pihak yang diuntungkan dan ada juga pihak-pihak yang dirugikan.
e. Perubahan akan berlangsung dengan cepat apabila didukung oleh peradaban dan kualitas SDM yang tinggi. Dan Sebaliknya,
Ciri-Ciri Perubahan Sosial Budaya
• Tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya, perubahan yang terjadi secara lambat atau cepat.
• Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu ,akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga social lainnya.Karena lembaga-lembaga social tadi sifatnya interdependen,
• Perubahan social yang cepat,biasanya mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang sementara sifatnya di dalam proses penyesuaian diri.Disorganisasi tersenut akan diikuti oleh siati reorganisasi
• Perubahan-perubahan tidak dapat dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual
Teori Utama Pola Perubahan Sosial Budaya
 Teori Siklus
Teori Sikus melihat perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang. Apa yang terjadi sekarang pada dasarnya memiliki kesamaan atau kemiripan dengan apa yang terjadi sebelumnya.


 Teori Perkembangan
Penganut teori ini percaya bahwa perubahan dapat diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masysrakat tradisional ke masyarakat modern yang lebih kompleks.

27

2. Hubungan renggang diman anggotanya tidak perlu mengenal secara pribadi
3. Sifatnya tidak permanen
4. Hubungan cenderung pada hubungan formil,.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa di antara setiap anggotanya tidak ada loyalitas terhadap kelompoknya ,sehingga tidak tercapai kesejahteraan bersama seperti dalam kelompok primer.
Kelompok formal merupakan organisasi kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati serta untuk mengatur hubungan antar anggota-anggotanya. Karena merupakan organisasi yang resmi, maka dengan sendirinya dikenal adanya struktur organisasinya, sehingga terdapat hierarki di antara anggota-anggota kelompok Contoh:perkumpulan pelajar,jhimpunan wanita instansi pemerintah,persatuan sarjana pergurua tinggi, PERSARI, ISMI, KORPRI.
Kelompok informal merupakan organisasi kelompok yang tidak resmi serta tidak mempunyai struktur dan organisasi yang pasti, jadi kelompok ini tidak didukung oleh peraturan-peraturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga secar tertulis.
Membership group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Ukuran utama bagi keanggotaan seseorang adalah interaksinya dengan kelompok sosial yang bersangkutan.
Reference group : merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunnya..
Gemeinschaft merupakan bentuk kehidupan bersama, dimana antar-anggotanya mempunyai hubungan batin murni yang sifatnya alamiah dan kekal. Dasar hubungannya, yaitu rasa cinta dan persatuan batin yang nyata dan organis. Bentuk ini dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat desa , keluarga, kerabat, dan sebagainya.
Gesellschaftlich merupakan bentuk kehidupan bersama dimana para anggotanya, mempunyai hubungan yang bersifat pamrih dan dalam jangka waktu yang pendek, serta bersifat mekanis.
Selanjutnya Tonnies membedakan Gemeinschaft menjadi 3jenis, yaitu:
1. Gemeinschaft by blood, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Di dalam pertumbuhannya masyarakat yang semacam ini makin lama makin menipis.
Contoh: kekerabatan, masyarakat-masyarakat daerah yang terdapat di Yogyakarta, Solo, dan sebagainya.
2. Gemeinschaft of place (locality), yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong.Contoh: RT dan RW.
3. Gemeinschaft of mind, yaitu Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada ideologi atau pikiran yang sama.
in group biasanya menunjukkan adanya factor simpati dan perasaan yang dekat di antara anggota – anggota kelompoknya.
out group menunjukkan adanya factor antipati dengan anggota kelompok lainnya.
Sikap perasaan terhadap anggota in group adalah sikap perasaan terhadap orang dalam, sedangkan sikap perasaan out group adalah sikap perasaan terhadap semua orang termasuk orang luaran.


24
Kerumunan (Crowd)
pengelompokkan dari manusia secara fisiknya berkumpul disuatu tempat tertentu dengan sendirinya, dengan menunjukkan adanya ikatan – ikatan social. Dimana masing – masing menyadari kehadiran orang lain ,sehingga akan menimbulkan interaksi – interaksi di antara mereka. karena adanya perhatian yang sama.
Karateristik Kerumunan
1. Adanya kehadiran individu – individu secara fisik
2. Merupakan kelompok yang tidak terorganisir,
3. karena adanya minat, hasrat, atau kepentingan bersama
Bentuk-bentuk kerumunan
Adapun bentuk-bentuk daripada kerumunan antara lain:
I. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur social:
a. Formal audiences: penonton bioskop, penonton-penonton olah raga, para pendengar khotbah keagamaan. Bentuk kerumunan ini mempunyai pusat perhatian yang sama serta tujuan-tujuan yang sama, akan tetapi sifatnya pasif.
b. Planned expressive groups: kerumunan-kerumunan dansa, perjamuan, pesta para keagamaan. Dalam kerumuan ini pusat perhatian tak begitu dipentingkan akan tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitasnya.
II. Casual Crowds atau kerumunan yang bersifat sementara:
a. Inconvenient aggregation atau kumpulan yang kurang menyanangkan, merupakan kerumunan orang yang ingin menggunakan fasilitas yang sama. Misalnya: orang-orang yang antri karcis,menunggu bus umum. Dalam kerumunan ini kehadiran orang-orang yang lain dianggap sebagai halangan untuk mencapai suatu tujuan dan dapat mengakibatkan saling bermusuhan.
b. Panic crowds atau kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik,misalnya: orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri dari gedung yang terbakar, dan bahaya banjir atau bencana alam lainnya.
c. Spectator crowd atau kerumunan penonton, merupakan kerumunan dari orang-orang yang ingin melihat suatu kejadian tertent.
Kerumunan ini hampir sama dengan formal audience hanya saja terjadinya tidak direncanakan dan pada umumnya kegiatan-kegiatan tidak terkendalikan.
III. Law Less Crowds atau kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum:
a. Acting mobs, yaitu kerumunan yang bertindak secara emosional. Misalnya: pembunuhan yang dilakukan beramai-ramai, , pemberontak. Kerumunan ini bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan denagan jalan untuk menunjukkan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
b. Immoral crowds atau kerumunan-kerumunan yang bersifat immoral. Misalnya: perhimpunan-perhimpunan yang melampaui batas, orang-orang yang masuk, pesta-pesta yang menggemparkan dan merusak.
Publik merupakan kelompok yang bukan kesatuan, karena individu-individu tidak pernah saling bertemu. Interaksinya bersifat tidak langsung melalui alat-alat media, misalnya melaui pembicaraan-pembicaraan pribadi yang berantai, melalui kabar angin, gosip, berita-berita,dan dari televisi.

25
Dalam suatu publik anggotanya dibedakan atas 3 kelompok, yaitu:
1. Kelompok vested interest, yaitu kelompok yang merupakan sekumpulan orang-orang yang sudah memilki kedudukan-kedudukan tertentu dalam masyarakat dan biasanya bersifat pro, karena ingin mempertahankan keadaan yang sudah ada.
2. Kelompok new comer, yaitu kelompok yang merupakan sekumpulan orang-orang yang ingin memperjuangkan kepentingan-kepentingan baru dan ingin pula berusaha merebut suatu kedudukan dalam masyarakat, oleh karenanya kelompok ini sifatnya kontra.
3. Kelompok yang pasif, yaitu kelompok yang merupakan sekumpulan orang-orang yang hanya mempunyai minat saja, akan tetapi belum menentukan pendiriannya terhadap suatu persoalan.
Massa merupakan kumpulan orang banyak yang mempunyai kehendak atau pandangan yang sama, tapi tidak berkerumun pada suatu tempat tertentu dan mengikuti kejadian dan peristiwa yang penting dengan alat-alat Von
SKL.6.Kelas.XII.PROSES PERUBAHAN SOSIAL
1.Pengertian Perubahan Sosial Budaya
Kingsley Davis mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan-perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial. Sebagai contoh, perubahan mode perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya. Perubahan tersebut lebih merupakan perubahan kebudayaan ketimbang perubahan sosial.
2. Kecenderungan suatu masyarakat untuk berubah .
• Rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada.
• Timbulnya keinginan untuk mengadakan perbaikan.
• Kesadaran akan adanya kekurangan-kekurangan.
• Untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru
• Tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan adanya keinginan untuk meningkatkan taraf hidup.
• Sikap terbuka dari masyarakat terhadap hal-hal yang baru,
• Sistem pendidikan yang dapat memberikan masa depan yang lebih baik.
3. Kecenderungan suatu masyarakat untuk tidak berubah
• Masih berfungsi dan masih diterima oleh masyarakat secara luas.
• Adanya unsur-unsur yang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak kecil.
• Adanya unsur yang menyangkut agama dan religi yang dianut masyarakat.
• Adanya unsur-unsur yang menyangkut ideologi dan filsafat hidup bangsa.
Definisi Perubahan Sosial Budaya
• Selo Soemardjan menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku di antara kelompok- kelompok dalam masyarakat.
• Kingsley Davis menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
26
CATATAN
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

CATATAN
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar