Rabu, 18 Mei 2011

STRUKTUR SOSIAL DAN KONFLIK

KONSEKUENSI STRUKTUR

SOSIAL PADA KONFLIK

DAN INTEGRASI

A. Pendahuluan

Pada masyarakat multikultural dan multietnis terdapat berbagai macam bahasa, adat istiadat, serta sistem tata nilai. Namun, hal tersebut dapat disiasati dengan cara tertentu sehingga perbedaan-perbedaan tidak harus berakhir dengan pertentangan, melainkan menimbulkan suatu integrasi yang lebih kuat.

1. Kiat-Kiat Menghindari Konflik dan Disintegrasi

Konflik sosial akan menimbulkan ekses negative yang dapat menimbulkan masing-masing kelompok, baik kelompok uang bertikai maupunmasyarakat lain. Kerugian-kerugian itu antara lain:

· Adanya kesenjangan hubungan antar komponen masyarakat yang berarti dapat mengurangi lancarnya proses komunikasi masyarakat secara keseluruhan.

· Mengganggu sistem dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat sehingga menimbulkan gangguan pada proses distribusi barang konsumsi dan pelayanan-pelayanan terhadap publik.

· Menimbulkan kerugian dalam bentukrusaknya fasilitas umum dan fasilitas perseorangan.

· Menumbulkan korban harta benda dan nyawa.

Adapun kiat-kiat untuk menghindari konflik dan integrasisosial adalah:

a. Menyadari Perbedaan dan Menghargai Perbedaan

Sebagai langkah awal untuk meredam perbedaan dan persaingan dapat dilakukan dengan mengembangan wawasan bahwa perbedaan merupakan rahmat Tuhan yang harus diterima dengan segala ungakapan terima kasih.denagn hal tersebut kita menyadari bahwa diantara umat manusia bayak terdapat perbedaan, baik warna kulit, struktur budaya, agama, dan kepercayaan, serta gender. Langkah ini dapat mengembangakan wawasan dan menghargai peredaan-perbedaan sebagaimana kita mehargai diri kita sendiri. Sikap tenggang rasa relatif mampu meredam atau mengurangi bentuk-bentuk persaingan dan konflik secara sdini karena adanya kesadaran akan perbedaan dan penghargaan terhadap perbedaan itu sendiri.

b. Mengakomodasi Semua Kepentingan atas Dasar Perbedaan

Dalam suatu masyarakat yang berstrukur heterogen, mereka memiliki haluan dan kepentingan yang berbeda. Adanya kepentingan yang berbeda sedapat mungkin harus diakomodasi oleh pemerintah sebagai wadah semua kepentingan masyarakat sehingga tidak memunculkan rasa iri diantara komponen masyarakat.

Dengan terakomodasinya kepentingan dari komponene masyarakat yang berbeda, dapat melahirkan kesadaran berbangsa yang lebih kokoh dan akan melandasi kepercayaan masyarakat terhadap perintahnya. Dengan demikian bibit persaingan dan konflik dapat dihindarkan.

c. Membentuk Kerja Sama atas Dasar Perbedaan

Secara fundamental, perbedaan-perbedaan unsur masyarakat justru akan mendorong adanya kerja sama diantara mereka. Adanya perbedaan menyebabkan terjadinya tukar-menukar kepemilikan dalam bentuk harta benda,pemikiran, dan kemampuan tenaga. Dengan demikian, melalui perbedaan-perbedaan dapat melahirkan kerja sama. Namun, yang menjadi masalah adalah bagaimana cara mengkoordinasikan perbedaan-perbedaan itu menjadi sebuah kehidupan bersama yang saling menguntungkan tanpa menimbulkan persaingan dan pertentangan di antara mereka. Dalam hal ini, peran pemuka masyarakat dan aparat pemerintah dituntut lebih efektif untuk menjembatani kerja sama atas perbedaan-perbedaan, baik dalam bidang ideologi, politik, sosial budaya, maupun dalam masalah pertahanan dan keamanan.

Gejala yang muncul di Indonesia menggambarkan bahwa lembaga sosial dalam masyarakat justru di bentuk berdasarkan perbedaan-perbedaan. Keadaan ini kurang menguntungkan karena lembaga-lembanga itu hanya mewadahi satu unsur sosial saja yang bersumber dari persamaan ras, agama, dan kepercayaan, atau kesukuan. Secara sosiologis, lembaga-lembaga ini harus dirombak sedemikian rupa sehingga bersifat umum dan berwawasan nasional. Contoh-contoh lembaga sosial yang bersifat umum serta mewadahi semua paham dan golongan, antara lain:

1. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

Yaitu suatu organisasi kepemudaan bersifat nasional yang dapat mewadahi semua golongan dan paham termasuk gender dan kesukuan. KNPI perlu dikembangkan sebagai dasar kerja sama di kalangan pemuda dalam nerlatih berorganisasi untuk berperan dalam pembangunan. Lembaga ini bersifat umum dan mewadahi semua paham dan golongan, sehingga kecil ungkinan terjadi persaingan dan konflik anatr golongan yang berbeda.

2. Korp Pegawai Republik Indonesia (KPPI)

Yaitu organisasi Pegawai Negeri Sipil yang bersifat nasional untuk mewadahi semua paham dan golongan dalam membantu pelaksaan tugas aparatur pemerintah serta mngakomodasikan kepentingan-kepentingan masyarakat umum.

3. Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Yaitu organisasi profesi yang beranggotkan para dokter. Ikatan ini sangat besar manfaatnya untuk mengembangkan kemampuan profesional para anggotanya dalam mengemban tugas di bidang kesehatan masyarakat.

4. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Yaitu organisasi profesi yang beranggotakan para guru baik negerimaupun swasta untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang berkaitan deangan tugas profesional seorang guru dalam bidang pendidikan masyarakat. Organisasi ini bersifat umum, artinya mampu menampung berbagai paham dan golongan bahkan dari tingkatan guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK bahkan para dosen diperguruan tinggi.

5. Karang Taruna

Yaitu wadah kegiatan kepemudaan dilingkup kelurahan atau desa. Organisasi bersifat netral dan umum. Tujuan karang taruna yaitu untuk meningkatkan integritas para pemuda dalam membantu berbagai kepentingan masyarakat berkaitan dengan peran seorang pemuda. Misalnya, pelatihan kerja dalam hal keamanan linkungan, kebersihan lingkungan, bakti sosial, kegiatan seni, dan olah raga.

d. Memberikan Perilaku Adil

Seringkali, terjadi perilaku pada komponen masyarakat yang berbeda dirasakan kurang adil. Namu, keadilan sulit untuk diciptakan, terlebih unsurmasyarakat yang dikenai keadilan mempunyai corak yang berbeda-beda.

Menurut teori keadilaa materiil, sesuatu dikatakn adil apabila masing-masing pihak (komponen masyarakat yang berbeda-beda) mendapatkan suatu perolehan yangsama besarnya. Sebaliknya, menurut teori keadilan spiritual, sesuatu dianggap adil apabila masing-msing pihak tidak ada yang dirugikan.

Keadilan sudah seharusnya diperjuangkan, apalagi berkaitan dengan pelayanan dan perlakuan terhadap komponen masyarakat yang berbeda. Caranya, yaitu dengan mengakomodasi aspirasi atau harapan dari komponen masyarkat untuk selanjutnya diupayakan untuk dipenuhi semaksimal mungkin menurut kemampuan pemerinatah.

2. Kiat-Kiat Menuju Integrasi

Integrasi sosial adalah suatu kondisi dinamis masyarakat dinama orang-orang dalam masyarakat dapat menjamin hubungan seerat-eratnya dan saling menguntungkan sehingga tercipta suatu keserasiam fungsi. Dalam suatu integrasi sosial diperlukan tenggang rasa yang mendalam antar komponene masyarakat. Bahkan lebih dari itu, mereka saling bertanggung jawab atas kelangsungan hidup kelmpok yang lain sehingga terjalin hubungan lahir dan batin sebagai satu kasatuan yang saling memerlukan.

Adapun kiat-kiat untuk menuju suatu integrasi sosial dapat dilakukan dengan upaya-upaya sebagai berikut:

a. Menempatkan Kepentingan Umum di Atas Kepentingan Individu dan Kelompok

Sebagai suatu masyarakat yang terikat dalam kesatuan negara maka dalam melaksanakan kehidupan harus berdasarkan pada jiwa besar dan rasa kebangsaan yang mendalam dalam menempatkan kepentingan-kepemtingan umum (bangsa dan negara) diatas kepentingan individu dan kelompok individu. Kata-kata ini tampak mudah di untuk diucapkan tatpai sulit untuk dilakukan. Artinya, menempatkan kepentingan umum seringakali akan melemahkan posisi golongan tertentu. Di negara maju seperti Amerika Serikat yang juga memiliki struktur masyarakat heterogen, pemerintah dan masyarakat mampu melaksanakan hal ini sehingga terwujud integritas nasional secara baik. Hal ini dapat terwujud dengan adanya kesadaran yang mendalam akan kepentingan bersama.

b. Membuat Sistem Keterkaitan anatar Pusat dan Daerah

Disintegrasi sosial seringkali terjadi karena perbedaan pendapat antara kalangan masyarakat daerah pisat dengan pemerintah pusat. Hal ini dapat disiasati dengan cara membuat keterkaitan yang sistematis dan fundamental antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyeakat. Keterkaitan itu dapat dibangun dengan persamaan identitas dan kepentingan, misalnya:

1) Membuat suatu simbol kebangsaan yang sama dalam bentuk bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan.

2) Mengembangkan wawasan kebangsaan (wawasan nusantara) untuk membuat suatu keterkaitan psikologis dari semua komponen bangsa menjadi satu kesatuan budaya.

3) Melalui system perundang-undangan yang melibatkan pemilihan kepala daerah dan bentuk koordinasi serta tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat.

c. Menjalankan Fungsi Masing-Masing

Ada kalanya suatu disintegrasi sosial terjadi karena masing-masing vungsi sosial yang semestinya dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Keadaan ini mengakibatkan kepincangan-kepincangan dalam system secara makro sehingga dapat mengganggu keutuhan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan melaluhi konsolidasi dengan menekankan secara maksimal, misalnya komponen keamanan, keadilan, ekonomi, sosial budaya, dan media massa. Apa bila komponen–komponen itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya maka dapat terwujut suatu integritas sosial yang mantap.

e. Pemerintah Yang Baik

Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang dapat menjalankan fungsi kepemerintahannya dengan sempurna, sehingga masyarakat sebagai warga Negara merasakan keadilan.

Kriteria pemerinthahan yang baik adalah:

1) Dipilih secara langsung melalui suara terbanyak sehingga akan menghasilkan pemerintah pemerintah yang legitimate, artinya pemerintah yang didukubg oleh kalangan luas masyarakat.

2) Mempunyai kinerja yang maksimal antara lain jujur, adil, bijaksana, dan cakap mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi warganya.

3) Mampu mengendalikan roda pemerintahan secara stabil tanpa harus menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam tubuh pemerintahan itu sendiri.

4) Mampu meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat secara integral.

5) Mampu mela ksanakan fungsi perlindungan terhadap semua warga tanpa kecuali, baik perlindungan secara lahir maupun batin.

6) Mampu memanfaatkan potensi-potensi yang ada di dalam Negara untuk keperluan bansa dan Negara.

7) Mamapu meredam semua isu, baik dari dalam maupun luar yang dapat mengganggu pelaksanaan kepentingan nasional.

B. Konsekuensi Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Dalam struktur masyarakat yang heterogen berarti terdapat banyak perbedaan secara mendasar (diferensiasi sosial) dan perbedaan secara vertical (stratifikasi sosial). Perbedaan-perbedaan itu akan menimbulkan pengaruh-pengaruh sosial budaya yang kurang menguntungkan, antara lain:

1. Banyak Perbedaan Pendapat, Persaingan, dan Rawan Konflik

Masyarakat majemuk berarti terdiri atas banyak struktur budaya yang mengakibatkan perbedaan tata nilai yang menjadi dasar dalam perilaku. Dengan demikian, memungkinkan perbedaan persepsi tentang benar atau salahnya suatu perilaku. Di sisi lain, dalam perbedaan ras, suku, dan agama memungkinkan terbentuknya kelompok-kelompok sosial yang mempunyai sentiment khusus yang sangat kuat. Keadaan ini juga memebawa konsekuensi munculnya persaingan-persaingan yang kadang kurang menguntungkan kepentingan masyarakat secara integral. Dari adanya perbedaan pendapat atau bentuk interaksiyang kontravensi tidak sedikit melahirkan konflik-konflik baru dalam masyarakat, baik dalam skala kecil maupun besar. Kerawanan ini harus di tangkap secara bijaksana oleh para cendekiawan dan elit politik agar hal ini mampu direndam sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi masyarakat.

2. Integrasi Sulit Dilakukan

Integrasi sosial pada dasarnya adalah suatu proses penyatuan dua hal atau lebihyang berbeda secara sukarela karena mempunyai celah-celah kerja sama yang dapat dibangun. Namun, seringkali terjadi dalam kenyataan bahwa perbedaan-perbedaan itu semakin ekstrem sehingga integrasi dalam masyarakat sangat sulit untuk diupayakan. Kalaupun terjadi bersifat terpaksa. Di sisi lain, meningkatnya integritas sosial erringkali megabaikan kebebasan individual bahkan pada beberapa hal sedikit mengabaikan hak-hak asasi manusia. Permasalahannya adalah mana yang harus di utamakan, stabilitas nasional dan integritas nasional atau justru kebebasan individu yang kadang-kadang memilih bertengkar daripada damai.

Untuk mewujudkan integrasi sosial diperlukan bebberapa langkah konkret, seperti wawasan nusantara, rolling jabatan secara nasional, aktivitas latihan kemiliteran, bela Negara, pendidikan kewarganegaraan, sejarah perjuangan bangsa, jambore nasional, dan kirab remaja nasional.

3. Adanya Pengaruh dari Golongan yang Satu Terhadap Golongan yang Lain

Dalam suatu masyarakat majemuk seringkali diwarnai adanya dominasi dari golongan yang satu dengan golongan yang lain. Keadaan ini menggambarkan masih kurangnya wawasan tentang hak-hak asasi manusia. Dalam suatu integrasi nasional, dominasi golongan satu terhadap golongan yang lain akan menumbuhkan benih-benih konflik dengan tumbuhnya sentimen anti kelompok lain. Apabila hal ini dibiarkan, pada suatu saat akan meledak dalam bentuk konflik horizontal dan vertikal.

Pemerintah yang mempunyai posisi kuat akan mampu melakukan penekanan pada komponen masyarakat melalui cara-cara persuasif dan indoktrinatif. Cara-cara pada dasarnya merupakan suatu langkah untuk mewujudkan kebersamaan.

4. Lembaga Sosial Non-Komplementer

Pada masyarakat majemuk, lembaga-lembaga nonformal sering didirikan dengan nuansa golongan, baik dalam bentuk ras, suku, maupun agama. Keadaan ini seringkali muncul pada lembaga-lembaga pemerintah yang secara sengaja didominasi sedemikian rupa sebagai alat untuk melakukan penekanan terhadap unsur masyarakat lain. Keadaan ini membuat lembaga-lembaga sosial yang semestinya terintegrasi menjadi lembaga sosial yang bersifat komplememter.

Lembaga-lembaga sosial yang bersifat komplemeter, artinya lembaga-lembaga itu tidak saling dukung antara yang satu dengan yang lain dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, melainkan justru saling bersaing dan bahkan menjatuhkan. Akibatnya, proses perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat akan mengarah pada peribaha-perubahan yang semu bahkan perubahan-perubahan yang regresif.

5. Sulit Membangun Keadilan

Adanya unsur-unsur sosial yang berbeda merupakan kesulitan tersendiri, terutama bagi pemerintah yang menyelenggarakan suatu system pemerintahan dan peleyanan yang adil. Sifat adil menjadi sangat relatif dan sulit di pedomani. Sebab, sesuatu hal dirasakan baik oleh kelompok yang satu, terkadang kurang baik terhadap kelompok yang lain. Namun demikian, pemerintah harus terus melukan langkah-langkah menuju pelayanan dan perlindungan yang adil bagi seluruh komponen masyarakat yang berbeda. Hal ini dimaksudkan agar integrasi nasional dapat terjaga dan terpelihara dengan baik.

C. Konsekuensi Perubahan Melalui Konsolidasi dan Interaksi terhadap Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial

Setiap masyarakat selalu megalami proses sosial dan mengalami perubahan-perubahan sosial. Secara umum, perubahan-perubahan dapatmengarah pada perubahan-perubahan progresif asosiatif dan regresif disosiatif. Apabila komponen-komponen masyarakat selalu berpengang teguh terhadap prinsip dan kepentingan masing-masing maka yang terjadi adalah benturan-benturan kepentingan dan fisik yang selanjutnya memungkinkan terjadinya disintegrasi bahka disorganisasi sosial.

Sebaliknya, apabila komponen-komponen masyrakat mampu mengakomodasi kepentingan orang lain dan mampu bekerja sama maka akan terbentuk jalinan kerja sama yang harmonis dan akan mengakibatkan peribahan-perubahan yang bersifat progresif asosiatif. Pokok permasalahannya adalah bagaimana kita mempu megendalikan diri dari kepentingan-kepentingan pribadi dan mengakomodasikan kepentingan-kepentingan orang lain sehingga terjadi kehidupan bersama yang harmonis. Untuk membahas kecenderungan perubahan serta konsekuensinya terhadadap diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial khususnya pada masyarakat majememuk ikut uraian berikut.

1. Perubahan Sosial dan Disintegrasi

Perubahan sosial merupaka sesuatu yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. Peubahan-perubahan ini terkadang justru menurunkan nilai-nalai kebersamaan dari seluruh komponen masyarakat manakala masing-masing komponen masyarakat memiliki pandangan-pandangan sempit yang bersifat kedaerahan, kesukuan dalam primordialistik. Keadaan ini dapai meyenbabkan system dalam masyarakat tidak stabil. Artinya, masing-masing komponen masyarakat tidak mampu lagi bekerja sama melainkan menggelar suatu persaingan ketat dan bahkan pertentangan. Fator-faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial kearah disintegrasi dan disorganisasi sosial, antara lain:

a. Pandangan Etnosentrisme

yaitu pandangan yang mengedepankan kepentingan sepihak atas dasa budaya kesukuan tertentu. Keadaan ini tent akan mengusik perasaan suku-suku yang lain karene mereke beramggapan bahwa suku bangsanya merupakan suku yang tinggi peradabannya melebihi budaya suku-suku bangsa yang lain. Sikap yang demikian, serimg megabaikan keadaan suku yang lain.

Apabila masing-masing suku beranggapan demikian maka yang teradalah bentuk-bentuk persaingan dan konflik dengan nuansa kusukuan. Keadaan ini tidak baik untuk kehidupan bebangsa dan bernegara karena dapat menyebabkan suatu peperangan yang membawa korban besar.

b. Pandangan Primodalisme

yaitu perasaan kesukuan yang berlebihan, meliputi segala bidang kehidupan, misalnya sosial, budaya, politik, ekonomi, dan keamanan. Keadaan ini menimbulkan persaingan yang tidak sehat diantara suku bangsa.

Dalam kehidupan bersamaperbedaan tata nilai dan norma antar suku bangsa sebenarnya merupakan suatu hal yang biasa. Namun, apabila dipertajam dapat menyebabakan hal yang negatif bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, keadaab seperti ini harus dihindari sedini mungkin karena dapat ,emghancurkan sendi-sendi kehidupan bersama dalam suatu bangsa.

c. Pandangan Regionalisme

Pada dasarnya, pandangan regionalisme adalah pandangan mengistimewakan masyarakat yang ada didaerahnya ketimbang masyarakat dari daerah lain. Pandangan-pandangan seperti ini sebetulnya merupakan pandangan sempit dan keliru sehingga dapat merugikan sendi-sendi kehidupan bersama dalam suatu bangsa.

Dalam suatu turnaen olahraga, seperti pertandingan sepak bolaantar daerah, seringkali secara spontan menimbulkan solidaritas sosial yang bersifat regionalistik. Artinya, seseorang atau kelompok orang yang akan memberikan dukungan yang lebih terhadap daerah asalnya. Keadaan ini dapat memicu terjadinya konflik antar kelompok masyarakat yang berbeda daerahny.

3. Pandangan Sosial dan Integrasi

Integrasi sosial merupakan suatu keadaan masyarakat dimana komponen-komponen masyarakat mampu menjalin kerja sama secara harmonis dalam berbagai asprk kehidupan. Integrasi sosial ditandai dengan adanya kesamaan pola piker, gerak langkah, tujuan, dan mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis antarkomponen masyarakat.

Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat sedapat mungkin mengarah pada perubahan yang progresif dan asosiatif. Oleh karena itu, perlu dirinti usaha-usaha konkret untuk mewujudkan keadaan yang mewujudkan keadaan yang menggambarkan suatu integrasi sosial. Adapun proses untuk menuju suatu integrasi sosial diperlukan tahap-yahao sebagai berikut:

a. Tahap Interaksi dan Identidikasi

Pada dasarnya, tahap interaksi dan diferensiasi merupakan tahap paling awal dalam proses integrasi sosial dalam masyrakat. Proses ini berupa proses saling mengenal dan membina hubungan antarkomponen masyarakat dalam bentuk kelompok suku, ras, dan agama. Proses ini dapat menumbukan sikap tenggang rasa diantara mereka. Proses interakasi dan identifikasi yang berjalan secara mulus akan melandasi proses berikutnya, yaitu proses konsolidasi menuju integrasi sosial.

b. Tahap Konsolidasi

yaitu proses komunikasi antarkomponen masyarkat untuk mencari solusi terbaik dari segala permasalahan sosial yang timbul agar keutuhan dan kebersamaan tetap terjalin. Langkah konsolidasi merupakan langkah saling memahami, menerima, dan memberikan toleransi antarkomponen masyarakat sehingga menghindarkan diri dari proses perpecahan.

Proses konsolidasi dapat meningkatkan kerukunan dan kebersamaan antarkomponen masyrakat yang mulai memudar. Dalam komponen ini masing-masing pihak saling memberikan kritik dan masukan, sehingga tetap terjalin hubungan kerja sama yang harmonis.

c. Tahap Interaksi Sosial Budaya

Pada dasarnya, peoses interaksi sosial budaya adalah proses terbentuknya suatu kesepakatan atau kepahaman,baik dalam bentuk unsure-unsur sosial maupun budaya. Proses interaksi merupakan titik awal bagi suatu kerja sam yang baik. Sebab, terdapat ikatan dalam betuk kesepakatan untuk mewujudkan integrasi sosial diberbagai segi kehidupan. Contoh proses interaksi sosial budaya yaitu ketika bangsa Indonesia merdeka. Hal-hal yang terdapat didalamnya adalah:

1) Disepakati untuk membentuk Negara kesatuan Repiblik Indonesia.

2) Disepakati dengan lambang Burung Garuda Denagn pancasila sebagai dasar negaranya.

3) Disepakati memiliki bendera merah putih.

4) Disepakati memili lagu kebangsaan.

5) Disepakati memiliki bahasa kesatuan, yaitu bahasa Indonesia.

Adanya proses interaksi sosial nudaya mendorong terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang didalamnya terdapat unsure-unsur sosial masyarakat mejemuk. Dalam petkembangannya. Proses interaksi budaya masyarakat Indonesia terbentuk sedikit demi sedikit hingga tercipta suatu system sosialyang disepakati, misalnya, terbentuknya tata hokum Indonesia , budaya nasional, dan siste, pendidikan nasional. Tahap integrasi sosial dapat dicapai dengan cara terus-menerus melakukan proses interseksi sosial dan budaya hingga seluruh unsure dapat teribtegrasi menjadi satu kesatuan.

d. Tahap Integrasi

yaitu tahap dimana komponen masyarakat yang bereda coraknya dapat menciptakan suatu kehidupan bersama yang harmonis dan memebentuk suatu keserasian fungsi dalam kehidupan. Suatu masyarakat yang telah mencapai integrasi sosial dapat menghasilkan hal-hal positif:

1) Terciptanya keamanan dan kenyamanan dalam pergaulan,

2) Terpenuhinya kebutuhan dan kebutuhan masing-masing komponene masyarakat,

3) Adanya prestasi-prestasi yang gemilang, seperti pencapaian swasembada pangan, bebas nuta huruf, dan stabilitas nasional. Dengan demikian, integrasi sosial akan menciptakan kehidupan yang teratur dan harmonis sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

D. Langkah-Langkah Penanganan Sosial Budaya Menuju Integrasi Sosial

Dalam suatu kehidupan bersama, sudah pasti banyak terdapat perbedaan diantara para anggotanya yang meliputi berbagai bidang kehidupan, seperti ekonomi, politik, sosial dan budaya. Dengan berbagai perbedaan yang dapat mengakibatkan munculnya berbagai konflik antaranggota masyarakat. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya-upaya dan langkah-langkah untuk menangani hal tersebut agar terwujud suatu integrasi sosial budaya yang baik.

Untuk menuju proses integrasi sosial, masyarakat multikultural dan multietnis memerlukan waktu yang relatif panjang. Proses ini mengalami pasang surut karena beberapa kesepakatan yang telah dicapai dapat gugur sehingga perbedaan-perbedaan masih sering muncul dan dipertentangkan oleh komponen-komponene masyarakat.

Langkah-langkah menuju integrasi sosial budaya dapat berlangsung manakala ada syarat-syarat sebagai berikut:

1) Adanya ikao tenggang rasa antarkompnen masyarakat,

2) Adanya pemerintah yang baik dan mampu mengakomodasikan semua kepentungan masyarakat yang berbeda,

3) Adanya stabilitas nasional yang mantap sehingga menjamin terhindarnya bentuk-bentuk gangguan keamanaan, baik dari dalam, maupun dari luar,

4) Adanya kepastian hukum yang dapat menjamin semua transaksi sosial budaya sehingga berjalan dengan normal,

5) Adanya sikap mau bekerja sama menyadari keberadaan komponen masyarakat yang lain,

6) Adanya pandangan kebangsaan (nasionalisme), artinya setiap orang memiliki kesetian dan kecintaan terhadap bangsa dan negaranya sehingga mampu menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

Kilas Balik

A. Soal Obyektif


1. Konsekuensi sebagai masyarakat yang multietnis khususnya multiagama dan kepercayaan, kita sebaiknya melaksakan hal-hal seperti berikut, kecuali ….

a. melakukan toleransi agama

b. membatasi siat agama dan kepercayaan

c. membentuk forum komunikasi lintas agama

d. memberi kesempatan kepeda para pengikut agama untuk menjalankan ibadah

e. memperlakukan secara sama kepada semua orang tanpa membedakan-bedakan latar belakang agama.

2. Sebagai konsekuensi dari kebhinekaan ras yang ada di Indonesia, oemerintah sebagai pihak yang mewakili kondisi itu seharusnya dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut, kecuali ….

a. pemauran ras secara sukarela

b. membuka forum interaksi antar-ras

c. mengembangkan toleransi sosial antar-ras

d. mengembangkan pandangan ras dikriminasi

e. memperlakukan sama kepada semua ras

3. Persekutuan diantar orang-orang yang memiliki kesamaan wilayah tempat tinggal dan terikat oleh kehidupan bersama disebut ….

a. kesatuan campuran

b. kesatuan genealogis

c. kesatuan teritorial

d. kesatuan religius

e. asosiasi

4. Masyarakat Tengger yang tinggal di Pegunungan Bromo Jawa Timur merupakan contoh yang tepat dari …

a. kesatuan religius

b. kesauan teritorial

c. assosiasi sosial

d. kesatuan genealogis

e. kesauan campuran

5. Untuk mencegah konflik antar suku dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut, kecuali ….

a. Mengembangkan wawasan kesukuan melalui media televisi

b. Membina kehidupan bersama yang melibatkan suku-suku yang lain

c. Memberi perilaku yang sama tehadap suku-suku yang ada

d. Mengembangkan wawasan cinta tanah air dan wawasan kebangsaan

e. Memberikan kesempatan yang berbeda-beda kepada semua suku yang sesuai dengan pesentasenya

6. Untuk memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat didaerah-daerah terbelakang pemerintah sekarang ini memiliki program khusus antara lain sebagai berikut, kecuali ….

  1. Memberikan dana dan tenaga Suntuk mempercepat

  1. pembangunan di kawasan Indonesia Timur
  2. memeberikan kartu sehat untuk berobat gratis bagi orang miskin
  3. mencabut subsidi BBM bagi orang miskin
  4. memberikan tunjangan gaji bagi PNS yang bertugas di derah terpencil

7. Jalan yang paling tepat untuk membentuk kesepakatan bagi masyarakat yang multikultural dan multietnis seperti Indonesia adalah ….

a. Secara aklamis

b. Dengan musyawarah untuk mencapai mufakat

c. Dengan melakukan voting

d. Melalui perwakilan sesuai prosentase

e. Dengan diputuskan oleh formatur

8. Salah satu keuntungan dari masyarakat multietnis adalah ….

a. Banyak istem nilai-nilai yang berbeda

b. Mempunyai variasi dalam pembagian warisan

c. Mempunyai banyak jenis agama dan kepercayaan

d. Mempermudah proses toleransi dan integrasi

e. Menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan

9. Proses interaksi budaya pada dasarnya adalah ….

a. Proses akumulasi budaya nasional

b. Proses pembentukan budaya nasional dari unsur-unsur budaya daerah

c. Upaya memarginalisasikan budaya daerah

d. Proses pengembangan budaya lokal

e. Proses domonasi budaya mayoritas tehadap budaya minoritas

10. Budaya daerah oerlu direvitalisasikan agar tidak terkikis oleh budaya asing dengan cara sebagai berikut, kecuali ….

a. Memodifikai sehingga menarik dan mampu bersaing

b. Dirombak total dengan mengadopsi budaya-budaya asing yang praktis

c. Membuat pilar-pilar budaya dalam bentuk kegiatan kepariwisataan

d. Melakukan vfestival antarbudaya sejeneis

e. Mengembangan unsure budaa daerah dengan pendekatan fungsional

11. Berikut adalah upaya mencegah terjadinya konflik, kecuali ….

a. Menghilangkan sikap primordialisme

b. Mempertebal sikap toleransi dalam berbagai bidang kehidupan

c. Menghilangkan fanatisme keagamaan

d. Menjunjung tinggi fanatisme daerah

e. Mempertebal wawan kebangsaan

12. Perubahan kekuasaan dan perbedaan paham tentang cara-cara memenuhi tujuan dalam suatu kelompok merupakan sebab-sebab terjadinya … sebagai konsekuensi mobilitas sosial

a. Perubahan

b. Konflik

c. Perkembangan

d. Pembaruan

e. Penyesuaian

13. Pengelompokan masyarakat atas dasar diferensiasi tidak menggambarkan adanya pebedaan tinggi rendah, tetapi menggambarkan adanya fakta sosial, artinya bahwa ….

a. Pentingnya lapisan sosial untukkerja sama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan

b. Mesyarakat menyetijui adanya lapisan sosial secara kekeluargaan

c. Kenyataan masyarakat terbagi-bagi atas beberapa golongan

d. Masyarakat tidak menghendaki atas beberapa penggolongan

e. Sebenarnya masyarakat menerima apa adanya

14. Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memebuhi kebutuhan hidupnya disebut ….

a. Adai istiadat

b. System sosial

c. Norma sosial

d. Folk ways

e. Pranata sosial

15. Perkembangan teknologi komunikasi tanpa disertai kemampuan penggunaan yang tepat atau bersifat konsumtif merupakan contoh ….

a. Kesenjangan pendidikan

b. Kesenjangan ekonomi

c. Akulturasi

d. Kesenjangan budaya asimilasi

e. Semua jawaban salah

16. Upaya untuk merdakan ketegangan akibat konflik sehingga tercipta kondisi yang stabil disebut …

a. Kerja sama

b. Asimilasi

c. Akomodasi

d. Akulturasi

e. Koalisi

17. Bentuk-bentuk proses sosial disasosiati adalah …

a. Kerja sama, konflik, kompetisi

b. Akomodasi, konflik, kontravensi

c. Asimilasi, kompetisi, kontravensi

d. Kontravensi, akulturasi, kompetisi

e. Kompetisi, konflik, kontravensi

18. bentuk-bentuk proses sosial asosiatif adalah ….

a. Kerja sama, konflik, kompetisi

b. Akomodasi, akulturasi, asimilasi

c. Asimilasi, kompetisi, kontravensi

d. Kontravensi, akulurasi, asimilasi

e. Kompetisi, konflik, kontravensi

19. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk integrasi sosial, kecuali ....

a. Ideologis, terotorial, keluarga

b. Territorial, komunitas, sosial budaya

c. Ekonomi, politik, ideologi

d. Keliarga, komunitas, organisasi sosial budaya

e. Instrumental, ideologis, ekonomi

20. Konflik di wilayah Nangroe Aceh Darussalam termasuk dalam jenis konflik ….

a. Sosial budaya

b. Horizontal

c. Vertikal

d. Ekonomi

e. Semuanya benar


B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan jawaban yang tepat!

1. Masyarakat yang terdiri atas dua suku bangsa atau lebih dan dua ras atau lebih dinamakan masyarakat …

2. Sebutkan 3 cir-ciri masyarakat multikultural dan multietnis!

………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………..

3. Suatu keadaan dimana kompoen masyarakat telah mampu menjalin hubungan kerja sama yang harmonis dan serasi dalam berbagai macam fungsi kehidupan dinamakan …

4. Langkah-langkah komunikasi dan akomodasi untuk menyelamatkan suatu kelompok sosial dari bahaya perpecahan disebut …

5. Perbedaan secara vertikal kedudukan orang secara vertikal dalam masyarakat berdasarkan criteria tertentu disebut …

C. Jawablah denngan singkat dan tepat!

1. Jelaskan mengapa kita harus megupayakan terbentuknya intgrasi sosial! Apa keuntungan dari integrasi sosial?

2. Jelaskan mengapa konflik sosial harus dihindari!

3. Apa yang dimaksud dengan keteraturan sosial?

4. Apa konskuensi dari masyarakat yang bersrtuktur heterogen?

5. Bagaimana kiat-kiat menghindari konflik dan kiat-kiat menuju integrasi sosial? Jelaskan!

SOAL ULANGAN SEMESTER 1

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang pada huruf a, b. c.d atau e pada lembar jawaban yang telah disediakan!


1. Menurut Mac Iver pola umum dalam system pelapisan kekuasaan terdiri dari … tipe.

a. satu

b. dua

c. tiga

d. empat

e. lima

2. Pertandingan bola basket antar pelajar merupakn cuntoh interaksi dalam bentuk …

a. kontravensi

b. konflik

c. kompetisi

d. konversi

e. konsiliasi

3. Kerusuhan massal yang pernah melanda sebagian wilayah Indonesia hamper menimbulkan kekacauan disegala bidang kehidupan masyarakat. Dalam istilah sosiologi keadaan tersebut disebut …

a. Anarkis

b. Kondusif

c. Konflik

d. Chaos

e. Integrasi

4. Jenis-jenis konflik sosial terbagi atas … sudut pandang atau tinjauan.

a. Satu

b. Dua

c. Tiga

d. Empat

e. Lima

5. Berikut ini merupakan tingkatan proses kontrevensi, kecuali …

a. General kontravensi

b. Taktis kontravensi

c. Medial kontravensi

d. Sosial kontravensi

e. Misteri kontravensi

6. Konflik yang terjadi di wilayah Nangroe Aceh Darussalam dikategorikan ke dalam konflik dalm jenis konflik …

a. Vertikal

b. Horizontal

c. Ekonomi

d. Sosial budaya

e. Smua jawaban salah

7. Yang termasuk bentuk-bentuk akomodasi adalah …

a. Coorperation, asimilasi, akulturasi, kompromi

b. Asimilasi, akulturasi, kompromi, arbitrasi

c. Stalemate, adjudication, toleration, mediasi

d. Kerja sama, kompromi, toleration, adjudication

e. Akulturasi, arbitrasi, kompromi, konsiliasi

8. Upaya untuk meredakan ketegangan akibat konflik sehingga tercapai kondisi yang stabil yaitu …

a. Kerja sama

b. Asimilasi

c. Akomodasi

d. Akulturasi

e. Koalisi

9. Bentuk-bentuk proses sosial disasosiatif adalah …

a. Kerja sama, konflik, kompetisi

b. Akomodasi, asimilasi, akulturasi

c. Asimilasi, kompetisi, kontravensi

d. Akulturasi, asimilasi, kontravensi

e. Kontravensi, kompetisi, konflik

10. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif adalah …

a. Kerja sama, konflik, kompetisi

b. Akomodasi, asimilasi, akulturasi

c. Asimilasi, kompetisi, kontravensi

d. Akulturasi, asimilasi, kontravensi

e. Kontravensi, kompetisi, konflik

11. Makna ungkapan “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” adalah …

a. Setiap masyarakat memiliki langit dan bumi masing-masing

b. Langit dan bumi menjadi milik masing-masing masyarakat

c. Setiap masyarakat memiliki adapt istiadat sendiri-sendiri

d. Setiap masyarakat harus tunduk dan patuh pada hokum

e. Semua jawaban salah

12.Contoh konflik horizontal adalah …

a. Konflik antara orang tua dan anak

b. Konflik antara guru dan anak didik

c. Konflik antar pelajar SMA

d. Konflik antara atasan dan bawahan

e. Semua jawaban salah

13. Berikut ini merupakan entuk-bentuk integrasi sosial, kecuali …

a. Sentimen ideolgis, sentiment territorial, keluarga

b. Agama, komunitas, organisasi sosial budaya

c. integrasi ekonomi, politk, ideology

d. keluarga, komunitas, organisasi sosial budaya

e. integrasi instrumental, integrasi sosiolgis, integrasi ekonomi

14. Ciri-ciri integrasi idologis adalah …

a. adanya orientasi persamaa kerja

b. adanya kesamaa tujuan

c. adanya persamaan nilai-nilai dasar

d. adanya persamaan presepsi

e. adanya persamaan ras

15. Panggilan kehormatan Menak atau Raden pada masyarakat Jawa merupakan pengaruh dari …

a. militerisme

b. kolonialisme

c. industrialisme

d. feodalisme

e. rasisme

16. Stratifikasi yang terbentuk secara alamiah adalah …

a. ekonomi

b. tingkatan umur

c. kelahiran

d. jenis kelamin

e. semua jawaba benar

17. Berikut adalah masyarakat dengan stratifikasi sosial terbuka, kecuali …

a. masyarakat industri

b. masyarakat feodal

c. masyarakat berkasta

d. masyarakat agraris

e. masyarakat demokratis

18. Lapisan atas dari system strtifikasi sosial dengan sengaja adalah …

a. pemilik modal

b. kaum cendekiawan

c. orang-orang kaya

d. pimpinan politik

e. semua jawaban benar

19. Dasar pembentukan stratifikasi sosial dengan sengaja adalah …

a. kekayaan

b. kekerabatan

c. kekuasaan

d. kelahiran

e. mata pencaharian

20. Suku bangsa di Irian Jaya yermasuk kedalam ras …

a. veddoid

b. ainu

c. mongoloid

d. negroid

e. Caucasoid

21. Ras Ainu merupakan ras asli penduduk …

a. Malaysia

b. Cina

c. Jepang

d. Amerika

e. Inggris

22. Penduduk asli Negara Australia disebut …

a. Ainu

b. Veddoid

c. Aborigin

d. Negroid

e. Caucasoid

23. Penduduk kepulauan Indonesia tergolong kedalam ras …

a. Asiatic mongoloid

b. Nordic

c. Mediterranean

d. Malyan mongoloid

e. Indic

24. Brikut merupaka ras khusus di dunia, kecuali …

a. Polynesian

b. Ainu

c. Alpine

d. Veddoid

e. Bushman

25. Ras Melanesian merupakan bagian dari ras …

a. Australoid

b. Mongoloid

c. Negrod

d. Caucasoid

e. Nordic

26. Wujud primodalisme pada masyarakat mejemuk adalah …

a. Sukuisme

b. Rasialisme

c. Perkumpulan kedaerahan

d. Upacara adat

e. Semua jawaban benar

27. Integrasi dapat terwujud dalam masyarakat Indonesia karena

a. Adanya ideology pancasila

b. System nilai budaya masyarakat Indonesia

c. Kesadaran masyarakat Indonesia sebagai satu bangasa

d. Kerja sama yang baik antarmasyarakat Indonesia

e. Semua jawaban benar

28. Berkembangnya semanagat toleransi, kekeluargaan, dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat dapat nebdorong terwujudnya …

a. Konflik sosial

b. Integrasi sosial

c. Masalah sosial

d. Perubahan sosial

e. Semua jawaban salah

29. Berikut ini merupakan bentuk-bentuk interaksi sosial yang dapat menciptakan integrasi, kecuali …

a. Asimilasi

b. Akomodasi

c. Koperasi

d. Mediasi

e. Domonasi

30. Konflik antarkelompok dapat membawa manfaat dalam kehidupan sosial, yaitu …

a. Menumbuhkan rasa berani dan percaya diri

b. Mendorong kemajuan masyarakat

c. Membuat solidaritas kelompok semakin kuat

d. Mendorong masing-masing pihak untuk menang

e. Salah semua

31. Dasar utama pelapisan sosial pada masyarakat tertutup adalah …

a. Prestasi

b. Jasa

c. Kekayaan

d. Kualitas pribadi

e. Kelahiran

32. Dasar pengelompokan masyarakat kedalam kelompok kata, menengah, dan kebawah adalah …

a. Asal-usul

b. Kekayaan

c. Kasta

d. Agama yang dianut

e. Hak dan kewajiban

33. Hal-hal yang menyebabkan strtifikasi sosial dalam kehidupan masyarakat antara lain …

a. Adanya sesuatu yang dihargai oleh masyarakat

b. Adanya kedudukan yang berbeda dalam masyarakat

c. Adanya sesuatu yang diinginkan oleh masyarakat

d. Adanya keturunan yang berbeda

e. Adanya hak dan kewajiban yang berbeda

34. Pada masyarakat Bali penggunaan nama “Made” menujunkan bahwa seseorang berasal dari kasta …

a. Brahmana

b. Ksatria

c. Waisya

d. Sudra

e. Paria

35. penggunaan nama “Dewa” pada masyarakat Bali menunjukan seseorang berasal dari kasta …

a. Brahmana

b. Ksatria

c. Waisya

d. Sudra

e. Paria

36. Menurut Karl Marx, dalam kehidupan masyarakat terdapat dua belaspokok, yaitu …

a. Kelas tua dan muda

b. Kelas besar dan kecil

c. Kelas borjuis dan proletar

d. l\kelas primer dan sekunder

e. emua jawaban salah

37. Pada masyarakat mdern, pengelompokan masyarakat menggunakan criteria …

a. ekonomi

b. sosial

c. politik

d. kekuasaan

e. semua jawaban salah

38. Bentuk-bentuk stratifikasi sosial yang nyata dalam kehidupan masyarakat dewasa ini adalah …

a. sistem kasta dan kelas

b. sistem kelompok dan individu

c. sistem kekerabatan dan integrative

d. sistem kebersamaan

e. semua jawaban salah

39. Kelas sosial merupakan katagero abstrak dari individu-individu yang tersusun dalam suatu tingkatan sesuai dengan …

a. keturunan

b. peranan

c. status sosial

d. kekayaan

e. kekuasaan

40. Ras veddoid termasuk kedalam golongan ras …

a. negroid

b. Caucasoid

c. Indic

d. Khusus

e. Mongoloid

41. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial, kecuali

a. Simpati

b. Identifikasi

c. Stratifikasi

d. Sugesti

e. Imitasi

42. Salah satu syarat terjadinya interaksi sosial adalah …

a. Simpati

b. Identifikasi

c. Komuikasi

d. Sugesti

e. Imitasi

43. Menurut Alvin L. Betrand, ada sepuluh unsure yang terkandung dalam system sosial, kecuali

a. Pengetahuan

b. Sentimen

c. Fasilitas

d. Norma

e. Kerumunan

44. Berikut ini merupakan akibat buruk dari konflik, kecuali

a. Perubahan kepribadian individu

b. Retaknya persatuan kelompok

c. Meningkatnya solidaritas kelompok

d. Hancurnya harta benda dan korban nyawa

e. Dominasi dan takluknya salah satu pihak

45. Berikut ini merupakan factor sosialisasi yang mempengaruhi kepribadiam seseorang, kecuali

a. Faktor geografis

b. Faktor keturunan

c. Faktor kebudayaan

d. Faktor jabatan

e. Faktor lingkungan sosial

B. Soal essay

1. Apa yang dimaksud dengan konflik sosial? Berikan pengertian menurut salah seorang ahli sosioligi.

2. Apa yang dimaksud dengan integrasi sosial? Jelaskan!

3. Jelaskan pengertian stratifikasi sosial menurut seorang ahli sosiologi!

4. Jelaskan perbedaan stratifikasi dan diferansiasi sosial dengan disertai contoh!

5. Sebutkan pembagian ras didunia menurut A.L Kroeber!

6. Sebut dan jelaskan tiga pola system pelapisan kekuasaan menurt Mac Iver!

7. Sebut dan jelaskan sistem pelapisan sosial pada masyarakat Bali!

8. Sebut dan jelaskan fungsi stratifikasi sosial masyarakat dalam kehidupan masyarakat!

9. Sebut dan jelaskan fungsi stratifikasi sosial masyarakat dalam kehidupan masyarakat!

fungsi diferensiasi sosial masyarakat dalam kehidupan masyarakat!

10. Sebukan cirri-ciri dari ras alpine!

11. Sebut dan jelaskan factor-faktor penyebab terjadinya konflik!

12. Sebut dan jelaskan fungsi dari adanya kompetisi dalam kehidupan masyarakat!

13. Sebutkan beberapa bentuk persaingan dalam kehdupan masyarakat!

14. Sebutkan beberapa faktor penyebab terjadinya disintegrasi sosial!

15. Sebutkan beberapa manfaat positif dari terjadinya konflik dalam kehidupan masyarakat!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar